Bupati Bojonegoro Setyo Wahono Membuka Sarasehan Tani Mandiri

Harnasnews
4 Min Read

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif antara Bupati dan para petani.

Berbagai persoalan disampaikan, mulai dari akses permodalan usaha agribisnis hingga tantangan penerapan pertanian ramah lingkungan melalui penggunaan pupuk organik.

Menanggapi persoalan pembiayaan, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membuka peluang kolaborasi dengan berbagai lembaga keuangan, termasuk Bank Perkreditan Rakyat (BPR) serta Direktur Pangan Mandiri, guna memperluas akses modal bagi petani yang ingin mengembangkan usaha.

Sementara terkait peralihan menuju penggunaan pupuk organik, Bupati menilai proses tersebut harus dilakukan secara bertahap dengan pendekatan edukatif.

Menurutnya, pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menjadi kunci agar petani mampu beradaptasi tanpa mengurangi produktivitas.

Selain menjaga hasil panen, penggunaan pupuk organik secara bertahap juga diyakini mampu memperbaiki kesuburan tanah dalam jangka panjang sehingga sistem pertanian menjadi lebih berkelanjutan.

Setyo Wahono kembali menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendampingi petani melalui kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan mereka, mulai dari penyediaan sarana produksi, akses pembiayaan, hingga pemasaran hasil pertanian.

Melalui Sarasehan Tani Mandiri (SETAMAN), Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap sinergi antara petani milenial, akademisi, praktisi, penyuluh, serta perangkat daerah semakin kuat dalam membangun ekosistem agribisnis desa yang modern dan berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, Bojonegoro optimistis mampu melahirkan lebih banyak petani muda yang kreatif, mandiri, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mempercepat terwujudnya swasembada pangan serta meningkatkan daya saing sektor pertanian di masa depan. (Prokopim)(sh).

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *