“Sayuti belum bisa hadir, insyaallah untuk pendaftaran akan datang,” kata Hendro.
Menurut Hendro, seluruh persyaratan yang ditetapkan panitia akan segera disampaikan kepada Sayuti untuk dipersiapkan sebelum memasuki tahapan pendaftaran.
“Kita akan sampaikan semua syarat yang telah ditetapkan panitia,” ujarnya.
Hendro juga menegaskan kesediaannya mewakili Sayuti dalam proses awal pengambilan formulir. Ia menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap proses pencalonan Sayuti dalam Konferprov PWI Aceh.
“Saya mewakili Sayuti, kita mendaftarkan untuk menang,” tegas Hendro.
Ia menambahkan, keterlibatannya sebagai kuasa Sayuti juga berkaitan dengan hubungan organisasi antara JMSI dan PWI serta komunikasi yang selama ini terjalin di lingkungan organisasi pers.
“Saya bersedia mewakili Sayuti karena ada hubungan dari organisasi JMSI yang sebagai landasan,” pungkasnya.
Prosesi pengambilan berkas pencalonan tersebut juga turut didampingi sejumlah senior PWI. Di antaranya Tarmilin Usman dan beberapa tokoh senior lainnya yang hadir memberikan dukungan terhadap proses pencalonan Sayuti Achmad.
Kehadiran para senior tersebut menambah dinamika dalam bursa pencalonan Ketua PWI Aceh periode 2026-2031 yang kini mulai memasuki tahapan administrasi.
Dengan telah diambilnya formulir oleh Sayuti Achmad, persaingan menuju Konferprov PWI Aceh 2026 kini memasuki fase pemenuhan persyaratan pencalonan. Selanjutnya, perhatian akan tertuju pada proses pengembalian formulir, verifikasi administrasi, pemenuhan dukungan anggota, hingga tahapan penetapan calon Ketua PWI Aceh periode 2026-2031. (Zulmalik)

