Dilanjutkannya, dari peristiwa tanggal 19 desember 1948 tersebut kita mendapatkan nilai-nilai ketokohan, patriotisme, kepemimpinan dari seorang Panglima Besar Jenderal Sudirman, nilai kejuangan, profesionalisme keprajuritan dan sifat pantang menyerah serta nilai kemanunggalan tni dengan rakyat yang harus selalu terpatri dalam jiwa, sikap dan tindakan setiap prajurit infanteri. “Untuk mengabadikan nilai-nilai tersebut, maka TNI AD menetapkan hari tersebut sebagai “Hari Infanteri,” sebutnya.
Pada Hari Lahir Korps Infanteri kali ini mengusung tema “Dengan semangat yudha wastu Pramuka prajurit infanteri mengabdi dan membangun bersama rakyat” yang mencerminkan komitmen dan tekad yang kuat prajurit dan satuan infanteri untuk menjadi tangguh, profesional, modern serta dicintai dan mencintai rakyat.
Acara syukuran tersebut ditandai dengan pemotongan nasi tumpeng oleh Danrem 162/WB yang didampingi Danyonif 742/SWY Letkol Inf Agus Doni, Dandim dan para Kasi yang diserahkan kepada Prajurit termuda Yonif 742/SWY Prada Yuliaus Rupampam dan dilanjutkan dengan acara hiburan.(Herman)
