Dinas Kesehatan Tulungagung Ungkap Kasus ISPA Meningkat, Sejumlah Puskesmas Mulai Dipadati Pasien

3 Min Read

TULUNGAGUNG, harnasnews – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Tulungagung mengalami peningkatan dalam dua bulan terakhir. Lonjakan mulai terlihat sejak Agustus 2026 dan mencapai puncaknya pada September.

Kondisi tersebut mulai berdampak pada layanan kesehatan masyarakat. Sejumlah puskesmas yang menyediakan layanan rawat inap mengalami peningkatan jumlah pasien, bahkan beberapa di antaranya sempat mengalami keterisian tempat tidur cukup tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Dr. Desi Lusiana Wardhani, mengatakan keluhan yang banyak dialami masyarakat antara lain batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan hingga nyeri saat menelan.

“Lonjakan kasus mulai terlihat sejak Agustus dan puncaknya pada September,” kata Desi, Jumat (2/10/2026).

Meski terjadi peningkatan, Dinkes Tulungagung belum dapat menyampaikan angka pasti jumlah kasus ISPA selama periode tersebut. Namun, kondisi di lapangan dapat terlihat dari meningkatnya pasien yang membutuhkan perawatan di sejumlah puskesmas.

Desi menyebut Puskesmas Kauman dan Puskesmas Karangrejo menjadi dua fasilitas kesehatan yang sempat mengalami tingkat keterisian tempat tidur cukup tinggi.

Di Puskesmas Kauman, dari total 20 tempat tidur rawat inap, sebanyak 16 tempat tidur telah terisi pasien. Sementara di Puskesmas Karangrejo, seluruh tempat tidur rawat inap sempat terisi.

“Beberapa puskesmas untuk rawat inapnya penuh, di antaranya Puskesmas Kauman dan Puskesmas Karangrejo,” jelasnya.

Meski demikian, peningkatan keterisian tempat tidur tidak terjadi di seluruh puskesmas. Sejumlah fasilitas kesehatan lainnya masih memiliki kapasitas yang cukup tersedia.

“Ada yang penuh, tapi ada yang masih longgar. Bahkan di Puskesmas Basuki kemarin kosong,” ungkap Desi.

TAGGED:
Share This Article