Dugaan Bullying di Unity School, Pernyatan Anggota Dewan Dituding Picu Kegaduhan Publik

aji
5 Min Read

KOTA BEKASI, Harnasnews – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Jawa Barat, Raden Andreas Nandhiwardana menyayangkan pernyataan salah satu anggota DPRD Kota Bekasi yang mengancam akan melakukan tindakan tegas menyusul kasus dugaan bullying (perundungan) di Unity School Galaksi, Bekasi Selaltan.

Andre menegaskan, pernyataan anggota DPRD di ruang publik terkait dengan isu perundungan di Unity School Galaksi, seharunya didasarkan pada data faktual dan kondisi riil di lapangan agar tidak memicu kegaduhan atau mencederai kepercayaan masyarakat. Terlebih, jika isu yang diangkat tersebut terkait dengan permasalahan sensitif.

Sebagai salah satu wali murid dari siswa Unity School Galaksi, Andre menyebut bahwa pernyataan anggota DPRD Kota Bekasi dapat memicu keresahan bagi para siswa dan berpotensi menciptakan persepsi negatif bahwa sekolah Unity School Galaksi, tidak aman bagi siswanya.

“Seharusnya, pihak DPRD melakukan investigas terlebih dahulu sebelum memberikan pernyataan di media. Selain itu, di Unity School Galaksi tersebut tentunya ada CCTV. Dan kami yakin pihak sekolah juga akan bekerjasama dalam mengungkap kasus yang mengakibatkan adanya bully tersebut,” kata Andre kepada wartawan di Kota Bekasi, Kamis (13/8/2026).

Andre menegaskan, sebagai representasi suara rakyat yang setiap ucapannya membawa bobot institusi, seharunya kritik atau tanggapan yang disampaikan oleh anggota DPRD harus berbasis pada hasil pengawasan objektif, bukan asumsi semata.

Andre juga mengaku siap melakukan langkah hukum atas pernyataan salah satu anggota DPRD Kota Bekasi tersebut yang dinilai dapat merugikan nama baik sekolah dan dapat menciptakan keresahan bagi guru maupun siswa yang saat ini masih aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

“Sebab jika permasalahan ini tidak segera diluruskan, maka akan menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Kota Bekasi,” tegas Andre.

Sementara itu, menyikapi pemberitaan di platform media sosial dan pemberitaan dunia maya terkait dugaan perundungan yang beredar luas dalam pemberitaan tersebut, pihak Unity School Galaksi menyampaikan beberapa poin:

1. Bahwa pihak Sekolah memiliki Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang menunjukkan pihak sekolah memiliki kepedulian terhadap isu-isu anti perundungan dan merupakan upaya pihak sekolah dalam pencegahan jangka panjang.

2. Bahwa Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) ini terdiri dari Counselor, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, dan Koordinator Kesiswaan.

3. Bahwa setelah mengetahui isu adanya Dugaan Perundungan, pihak Sekolah memerintahkan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) yang terdiri dari Counselor, Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan, dan Koordinator Kesiswaan untuk melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

Share This Article