Ekonom: Optimalkan Fiskal Guna Lindungi Masyarakat dari Inflasi

Harnasnews
2 Min Read

Oleh karena itu, ia menegaskan pemerintah juga harus lebih memperhatikan pelaku usaha yang memproduksi produk-produk lokal sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor pada saat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah.

“Sehingga neraca dagang dan neraca transaksi berjalan akan lebih sustain,” ujar Josua.

Selain itu, menurut Josua, pemerintah juga harus menyiapkan kebijakan untuk mengantisipasi melandainya harga komoditas unggulan Indonesia seperti Crude Palm Oil (CPO) dan batu bara di pasar global.

“Pemerintah perlu menyiapkan langkah tertentu apabila harga komoditas unggulan CPO dan batu bara sudah melandai, sementara harga minyak mentah masih naik,” ujar Josua, dilansir dari antara.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan hingga semester I-2022 ini, APBN masih tercatat surplus sebesar Rp73,6 triliun. Besaran surplus ini setara dengan 0,39 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.(qq)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *