“FAST Indonesia Synergy sedari awal sudah mengingatkan kepada institusi Aparat Penegak Hukum supaya lebih berhati-hati dalam mendalami pola kerja para “Mafia Tanah” yang notabene telah membuat sisitem sampai pada tingkat tertinggi dalam satu institusi pemerintahan,” unajr Idrus dalam keterangannya yang diterima Harnasnews, Rabu (16/9/2026).
Menurut Idrus menduga ada keterlibatan NW dalam kasus yang terjadi di Bogor beberapa waktu yang lalu. Oleh karena itu pihaknya mendorong Presiden Prabowo Subinato mengambil sikap tegas dengan mencopot, menangkap dan memenjarakan yang bersangkutan supaya kasus ini dapat berjalan dengan baik dan memastikan tidak adanya intervensi dari pihak-pihak tertentu yang bermaksud untuk menolong teman sejawat.
Apa yang terjadi menurut Idrus dengan diamankannya politisi Golkar Fahd Arafiq yang sudah beberapa kali terlibat kasus korupsi mengindikasikan bahwa yang bersangkutan bagian yang tidak terpisahkan untuk mencari pundi-pundi uang buat kas partai dimana yang bersangkutan berhimpun.
“KPK harus bisa mengungkapkan aliran dana tersebut mengalir ke partai dengan sejujurnya supaya publik yakin bahwa proses penegakan hukum yang dilakukan oleh KPK adalah murni memastikan bahwa negeri ini sedang berbenah diri jauh dari praktek KKN,” ungkap pengacara senior ini.
Untuk itu, Idrus mendesak agar KPK memberikan hukuman maksimal kepada Fahd Arafiq, lantaran yang bersangkutan sudah beberapa kali dihadapkan di meja hijau sebagai aktor utama tindak pidana.
“Disamping itu Fahd Arafiq sudah menjadi residivis atas perkara berulang yang dialami. Saatnya ATR/BPN melakukan bersih-bersih mulai dari top level sampai pada Kantah yang ikut bermain apapun alasannya,” pintanya. (Mame)

