Habib Syakur Minta Rakyat Kawal Kasus Penyadapan, Bukan Serahkan Sepenuhnya ke DPR

Pusat
3 Min Read

JAKARTA, Harnasnews – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan, Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid, meminta seluruh rakyat Indonesia mengawal secara langsung kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Republik Indonesia yang menjerat mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Rakyat harus mengawal dengan jeli dan teliti. Rakyat harus mempedulikan kecintaan kepada Polri,” ujar Habib Syakur dalam pernyataan terbuka pada Sabtu (7/11/2026).

Menurut Habib Syakur, pengawalan oleh rakyat diperlukan karena publik sudah lelah dengan dinamika politik di DPR, khususnya di Komisi III DPR RI.

Ia menyinggung pernyataan Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrahman, yang sebelumnya menyebut Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri terbaik sepanjang masa.

“Rakyat bukan tidak yakin kepada Komisi III DPR, tapi rakyat sudah capek. Artinya, Komisi III itu tidak berdiri sendiri, berdiri berdasarkan kepentingan politik,” kata Habib Syakur.

Habib Syakur menegaskan, pernyataan tersebut bukan bentuk meremehkan DPR. Ia justru menantang DPR untuk membuktikan diri sebagai wakil rakyat.

“Rakyat tidak meremehkan Komisi III, tidak memandang sebelah mata Komisi III. DPR itu harus membuktikan bahwa DPR RI itu betul-betul mewakili rakyat,” ujarnya.

“Selama ini kami sebagai rakyat Indonesia merasa DPR RI itu tidak mewakili kepentingan rakyat, mewakili kepentingan partai politiknya,” tambahnya.

Share This Article