Habib Syakur Minta Rakyat Kawal Kasus Penyadapan, Bukan Serahkan Sepenuhnya ke DPR

Pusat
3 Min Read

Di sisi lain, Habib Syakur menegaskan Polri adalah milik rakyat dan harus didukung untuk bangkit pasca kasus dugaan penyadapan tersebut.

Menurutnya, kepemimpinan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto beserta jajaran pejabat utama dicintai rakyat karena keberaniannya membongkar dugaan kejahatan kemanusiaan yang krusial, yakni penyadapan.

“Polri itu milik rakyat. Rakyat cinta sama Polri, apalagi kepemimpinan Jenderal Suyudi beserta jajaran pejabat utamanya, itu dicintai oleh rakyat dengan keberaniannya membongkar kejahatan ini,” ujar Habib Syakur.

Ia juga meminta Polri tidak terpuruk dan tetap berdiri tegak bersama TNI. “Rakyat tidak mungkin membiarkan Polri itu remuk hancur. Rakyat ingin selalu menggandeng tangan dengan Polri. Polri harus berdiri tegak bersama TNI. Polri harus betul-betul bangkit dari keterpurukan pasca kejadian penyadapan ini,” katanya.

“Polri tidak boleh bersedih hati. Rakyat bersama Polri, Polri dan TNI dicinta oleh Ibu Pertiwi,” tambahnya.

Habib Syakur juga meminta Polri memberikan perkembangan terkini kasus tersebut kepada publik secara berkala.

“Rakyat lebih wajib mengawal kasus penyadapan ini, dan Polri lebih wajib memberikan up-to-date perkembangan terkini kepada rakyat terhadap kejadian-kejadian nasional,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan ajakan untuk mencintai Polri. “Mari, rakyat Indonesia, kita cintai Polri kita sepenuh hati di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi Ario Seto beserta jajarannya,” pungkas Habib Syakur.

Share This Article