Sebab, menurutnya, jika hal itu terjadi akan memunculkan persaingan yang tidak sehat di internal Polri.
“Biarkan pejabat yang sudah dilantik agar diberikan kesempatan untuk bekerja dan menjalankan tugasnya dengan baik hingga waktu yang tepat untuk dilakukan pergantian. Jangan buru-buru diganti hanya karena beda gerbong,” tegas Habib Syakur.
Ia menilai, stabilitas organisasi Polri harus tetap dijaga di tengah transisi kepemimpinan. Pergantian personel secara besar-besaran yang didasarkan pada kedekatan, bukan pada profesionalisme, justru akan merugikan institusi.
“Yang dibutuhkan Polri saat ini adalah soliditas, bukan perpecahan karena rebutan jabatan. Berikan kesempatan kepada mereka yang baru dilantik untuk menunjukkan kinerjanya,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penunjukan tersebut telah mendapat persetujuan aklamasi dari Komisi III DPR RI pada 1 Oktober 2026. (red)

