Harga daging Sapi Melonjak, PPSDS Minta Pemerintah Segera Lakukan Perencanaan Matang

Harnasnews
2 Min Read
Daging Sapi (Foto: Ist)

SURABAYA, Harnasnews – Harga daging sapi saat ini mengalami kenaikan harga di berbagai daerah. Lonjakan ini dipicu oleh mahalnya harga sapi bakalan dari Australia serta meningkatnya biaya distribusi operasional.

Seperti di Jawa Timur, pasca Idul Adha, harga sapi siap potong terus mengalami kenaikan. Hal tersebut sangat berdampak terhadap penyesuaian dengan harga daging segar di Surabaya.

Di mana sebelumnya harga daging segar Rp130.000 perkilogram, namun saat ini harga daging sapi tembus di harga Rp140.000 perkilogram.

Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS ) Jawa Timur, Muthowif, mengungkapkan berdasarlan hasil kordinasi dengan berapa pedagang di Jawa Timur, bahwa harga daging sapi segar sejak idul adha terus mengalami kenaikan, biasanya 1 bulan pasca idul Adha biasanya harga turun.

Namun demikian, kata Muthowif , harga daging tergantung dari kualitas dagingnya, jika kadar airnya tinggi, maka harga daging Rp120.000.

“Seperti di pasar becek (tradisional) harga daging sapi segar sangat bervariatif mulai dari harga Rp120.000,- Rp130.000, bahkan ada yang diharga Rp140.000. Harga tergantung dari kadar airnya, semakin banyak kandungan airnya semakin murah harganya, begitu sebaliknya, jika kadar airnya semakin sedikit, maka harga daging semakin mahal harganya,” ujar Muthowif dalam keterangan tertulsinya, Selasa (7/7/2026).

Semantara itu, kondisi stok sapi siap potong di Jawa Timur terus mengalami kekurangan, kita bisa melihat dari kondisi di pasar sapi tradisional masing-masing kota dan kabupaten yang ada di Jawa Timur.

“Kondisi sapi siap potong di pasar tradisional hewan di masing-masing kota atau kabupaten mengalami penurunan penjualan sapi siap potong, sebagai pertanda jika di Jawa Timur kekurangan stok sapi siap potong,” ungkap Muthowif.

Muthowif menilai jika pemerintah pusat tidak segera melakukan perencanaan dan pengembangan yang matang, dikhawatirkan kedepannya sapi potong di Indonesia terus mengalami kekurangan.

Lebih lanjut, kasus berkurangnya stok sapi siap potong di Jawa Timur, sudah diprediksi sejak tahun 2012. “Oleh karena itu, kami berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi segera membuat rencana strategis dan berkelanjutan,” pungkas Muthowif.  (red)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *