Internal Polri Bergejolak, Presiden Prabowo Didesak Turun Tangan, GNK: Momentum Kapolri Bersihkan Institusinya

Pusat
2 Min Read
Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid

JAKARTA, Harnasnews – Dinamika internal Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali memanas. Beredar kabar penangkapan sejumlah perwira tinggi oleh Bareskrim Polri yang memicu keprihatinan publik.

Menanggapi hal tersebut, Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Alhamid berharap Presiden Prabowo Subianto segera turun tangan.

“Polri sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban negara, dibutuhkan organisasi yang solid dan bebas dari kepentingan politik manapun,” tegas Habib Syakur kepada wartawan di Jakarta, Senin (3/11/2026).

Kabar Jenderal Bintang Empat Diamankan Bareskrim

Berdasarkan informasi yang berkembang di internal, dari sejumlah jenderal polisi yang diamankan Bareskrim Polri, satu di antaranya merupakan jenderal bintang empat, serta perwira menengah berpangkat Komisaris Besar (Kombes).

Meski belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri terkait identitas dan kasus yang menjerat para perwira tersebut, kabar penangkapan ini langsung menjadi perbincangan hangat di tengah upaya reformasi internal Polri.

Habib Syakur menilai, situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut dan berpotensi mengganggu soliditas institusi penegak hukum yang menjadi tumpuan keamanan negara.

Share This Article