Isu Pergantian Panglima TNI Menguat, Surpres Belum Diterima DPR

Pusat
3 Min Read
Ilustrasi (Foto: Ist)

JAKARTA, Harnasnews – Isu pergantian Panglima TNI kembali menguat dalam beberapa hari terakhir. Nama Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak disebut-sebut sebagai calon terkuat pengganti Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Kabar tersebut mencuat bersamaan dengan sejumlah agenda di lingkaran Istana dan parlemen. Pada Rabu (7/10/2026), sekitar 800 perwira tinggi TNI dan Polri dipanggil ke Istana Negara untuk pembekalan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Sehari sebelumnya, mutasi dan promosi perwira tinggi di lingkungan TNI AD juga dilakukan.

Berdasarkan pantauan redaksi harnasnews di gedung DPR, muncul indikasi persiapan. Sejumlah wartawan diminta berkumpul di kompleks parlemen pada Kamis (9/10) pagi, meski belum ada agenda resmi pergantian Panglima TNI yang tercatat dalam rapat paripurna.

Namun, kepastian soal pergantian masih simpang siur. Satu sumber menyebut Surat Presiden (Surpres) terkait pergantian Panglima TNI sudah dikirimkan ke DPR. Sebaliknya, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan DPR belum menerima surpres apa pun dan Presiden belum berniat melakukan pergantian dalam waktu dekat.

Siapa Maruli Simanjuntak?

Jenderal Maruli Simanjuntak merupakan lulusan Akademi Militer 1992. Karier militernya banyak dihabiskan di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Ia pernah menjabat Komandan Detasemen Tempur Cakra pada 2002, Danyon 21 Grup 2 Kopassus pada 2008, Komandan Grup A Paspampres pada 2014, hingga Komandan Paspampres periode 2018-2020.

Selanjutnya, Maruli menjabat Pangdam IX/Udayana (2020-2022) dan Pangkostrad pada Januari 2022, sebelum dilantik menjadi KSAD pada November 2023.

Menanggapi kabar dirinya sebagai calon Panglima TNI, Maruli merespons santai. “Ya, enggak apa-apa kalau calon, semua juga calon, seluruh kepala staf kan calon,” ujarnya.

Share This Article