Kapolres Kediri Kota Ajak Seluruh Elemen Bersatu Rawat Kebhinekaan dan Jaga Kondusivitas di Tengah Polarisasi Digital

7 Min Read

KEDIRI KOTA, harnasnews – Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, S.H., S.I.K., M.Si., mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun komunikasi dan kolaborasi dalam menjaga keamanan Kota Kediri.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres saat menghadiri Dialog Kebangsaan “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” bersama Forkopimda Kota Kediri di Ruang Jayabaya, Kantor Pemerintah Kota Kediri, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 09.15 hingga 12.00 WIB tersebut mempertemukan unsur Forkopimda dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, mahasiswa, insan pers, komunitas, serta berbagai perguruan pencak silat di Kota Kediri.

Forum tersebut menjadi momentum penting bagi Kapolres untuk membangun komunikasi langsung dengan berbagai elemen masyarakat, sekaligus menyatukan komitmen menjaga Kota Kediri tetap aman, rukun dan kondusif.

Dalam sambutannya, AKBP Kresno menegaskan bahwa dialog kebangsaan bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang komunikasi dua arah untuk mencari solusi bersama atas berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

“Kegiatan dialog ini sangat baik. Saya berharap forum ini digunakan untuk komunikasi bersama dan menyatukan pikiran bagaimana kita menjaga dan memajukan Kota Kediri,” ujar AKBP Kresno.

Kapolres menyadari bahwa menjaga keamanan dan ketertiban tidak dapat dilakukan kepolisian seorang diri. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi mahasiswa, insan pers hingga komunitas dan perguruan pencak silat.

Karena itu, Kapolres mengajak seluruh pihak untuk memiliki visi yang sama, yakni menjaga Kota Kediri sebagai rumah bersama.

“Tujuan saya ingin menjaga hubungan baik dengan teman-teman semuanya dan berjalan seiringan demi memajukan Kota Kediri,” tegasnya.

Salah satu perhatian Kapolres dalam dialog tersebut adalah keberadaan berbagai perguruan pencak silat di Kota Kediri. Menurutnya, banyaknya perguruan silat bukanlah persoalan, melainkan potensi besar yang dapat menjadi kekuatan positif apabila seluruhnya mampu bersatu dan berkolaborasi.

Kapolres bahkan mendorong para pengurus perguruan silat untuk bersama-sama melakukan pembinaan terhadap anggotanya, terutama generasi muda.

Ia menyoroti masih adanya aktivitas konvoi yang melibatkan anggota perguruan silat di bawah umur yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.

“Kalau seandainya ada perguruan silat di bawah umur sedang melakukan konvoi, kita upayakan kawal agar tidak terjadi permasalahan. Tetapi apakah kita mau seperti itu terus? Kita harus mencari solusi agar kegiatan seperti itu tidak dilakukan,” ungkapnya.

Menurut AKBP Kresno, solusi tidak cukup hanya mengandalkan pengamanan kepolisian. Diperlukan peran aktif para pengurus perguruan untuk mampu mengendalikan dan membina anggotanya.

Kapolres juga mengajak seluruh perguruan silat membangun citra positif sehingga keberadaannya tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.

“Kita wujudkan bahwa organisasi pencak silat tidak menjadi ketakutan bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia bahkan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan apabila menemukan potensi persoalan maupun perilaku anggota yang dapat mengganggu kondusivitas.

TAGGED:
Share This Article