Kapolres Kediri Kota Ajak Seluruh Elemen Bersatu Rawat Kebhinekaan dan Jaga Kondusivitas di Tengah Polarisasi Digital

7 Min Read

“Kalau rekan-rekan semua punya visi menjaga Kota Kediri, saya yakin kerusuhan tidak terjadi,” imbuhnya.

Selain persoalan keamanan, Kapolres juga memberikan perhatian serius terhadap dinamika informasi di ruang digital. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar dapat dengan cepat memicu kesalahpahaman dan berkembang menjadi konflik di masyarakat.

Kapolres meminta insan pers maupun masyarakat untuk lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar. Informasi harus disaring dan diverifikasi sebelum disebarluaskan.

“Untuk wartawan, beritakan sesuai kenyataan dan harus difilter terlebih dahulu mana yang harus diposting dan tidak diposting. Jangan sampai memberikan berita yang menimbulkan konflik atau masalah baru,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, kritik harus disampaikan secara konstruktif, dengan tetap memperhatikan etika dan tidak memprovokasi masyarakat.

“Mengkritik pemerintah boleh, akan tetapi harus dikontrol bagaimana cara menyampaikan kritik tersebut dengan baik,” katanya.

Dalam forum tersebut, Kapolres juga mengajak para tokoh yang hadir untuk menjadi bagian dari upaya mencegah potensi konflik. Para tokoh dinilai memiliki pengaruh besar dalam mengajak masyarakat menjaga persatuan dan menolak segala bentuk upaya yang dapat merusak keamanan Kota Kediri.

Ajakan Kapolres tersebut mendapat respons positif dari berbagai unsur yang hadir. Perwakilan perguruan silat, tokoh agama, mahasiswa dan organisasi masyarakat menyatakan komitmennya untuk ikut menjaga keamanan dan kerukunan.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, S.H., M.Kn., dalam kesempatan tersebut juga menegaskan pentingnya komunikasi dan deteksi dini. Menurutnya, persoalan harus diketahui sejak awal agar dapat segera dicarikan solusi sebelum berkembang menjadi konflik.

Sementara Kajari Kota Kediri Rivo Chandra Makarupa Medellu mengingatkan seluruh pihak agar setiap perbedaan dikembalikan pada Pancasila, hukum yang berlaku dan semangat musyawarah mufakat.

Pabung 0809 Kediri Mayor Inf. Ngatari juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kompak menjaga keamanan dan kerukunan Kota Kediri, khususnya dalam memberikan edukasi kepada generasi muda.

Sementara Ketua PWI Kota Kediri Bambang Iswahyoedhi menekankan pentingnya literasi media agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Di penghujung kegiatan, Wali Kota Kediri menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berkomitmen menjaga persatuan. Menurutnya, pembangunan Kota Kediri tidak hanya berbicara mengenai pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan manusia, karakter dan kerukunan.

Bagi Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto, dialog tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pola keamanan yang tidak hanya mengedepankan tindakan setelah terjadi persoalan, tetapi juga memperkuat komunikasi, pencegahan dan kolaborasi sejak dini.

Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah, tokoh agama, perguruan silat, pemuda, mahasiswa, media dan seluruh masyarakat, Kota Kediri diharapkan semakin solid menghadapi berbagai tantangan, termasuk polarisasi dan disinformasi di ruang digital.

Merawat kebhinekaan bukan hanya tentang menerima perbedaan, tetapi tentang bagaimana seluruh perbedaan dapat berjalan bersama untuk menjaga Kota Kediri tetap aman, rukun dan maju. (man)

TAGGED:
Share This Article