Ia menambahkan pencapaian penurunan emisi dan intensitas emisi gas rumah kaca, mempercepat reformasi perlindungan sosial, meningkatkan kualitas dan daya saing SDM, serta memperkuat Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dan penanganan COVID-19 juga akan menjadi strategi pembangunan RKP 2022.
Suharso menjelaskan strategi pembangunan dalam RKP 2022 akan dilakukan guna mengejar sasaran pembangunan 2022 yang terdiri dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5-5,5 persen, ​tingkat pengangguran terbuka di level 5,5-6,3 persen, serta tingkat kemiskinan yang akan dijaga dalam rentang 8,5-9 persen.
Selanjutnya, indeks pembangunan manusia pada level 73,41-73,46, penurunan emisi gas rumah kaca ditargetkan mencapai 26,87 persen, dan rasio gini pada level 0,376-0,378.
“Sasaran pembangunan ini adalah agregrasi dari pelaksanaan rencana program pembangunan yang merupakan hasil kesepakatan berbagai pihak,” kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, dikabarkan dari antara.(qq)

