Di saat yang sama, terdapat dinamika yang belum tercermin secara langsung dalam angka survei ini: sengketa syarat pencalonan Wakil Presiden yang sedang disidang di Mahkamah Konstitusi.
Berdasarkan data survei ini, belum terlihat penurunan signifikan kepuasan yang dapat dikaitkan secara langsung dengan perkara tersebut. Namun beberapa hal perlu dicermati:
- Survei dilakukan 14–20 September 2026, sebelum sidang di MK mencapai puncak pembahasan dan perdebatan publik semakin tajam
- Sebagian masyarakat mungkin memisahkan penilaian terhadap kinerja Presiden dari perkara yang menyangkut Wakil Presiden
- Namun tekanan tetap ada: jika putusan MK kelak berdampak pada posisi Wakil Presiden, hal itu dapat memengaruhi kestabilan pemerintahan dan persepsi publik
- Sebagian pengamat mengingatkan: dukungan yang tinggi saat ini belum tentu bertahan jika ketidakpastian politik berlarut-larut atau menimbulkan perpecahan
Langkah yang Dapat Menjaga dan Meningkatkan Kepercayaan
Agar angka kepuasan tidak sekadar angka sesaat, terdapat beberapa langkah yang dapat diambil:
- Fokus pada yang paling dirasakan masyarakat, percepat penurunan harga kebutuhan pokok dan perluas kesempatan kerja. Inilah bidang yang saat ini paling lemah dan paling mempengaruhi kehidupan sehari-hari
- Jalankan program dengan transparansi, pertahankan kepercayaan pada program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis dengan memastikan penyalurannya tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan
- Hadapi dinamika hukum dengan tenang dan terbuka, biarkan proses di MK berjalan sesuai jalur konstitusional tanpa campur tangan kekuasaan. Keadilan yang berjalan lurus justru akan memperkuat kepercayaan publik
- Komunikasi yang merata, pastikan kebijakan yang diambil dipahami masyarakat luas, bukan hanya di lingkungan istana atau kota besar
- Dengarkan kritik, angka 79,3% bukan berarti semua setuju. 17,4% yang menyatakan tidak puas juga berhak didengar; perbaikan lahir dari keberanian melihat kekurangan
Penutup
Angka 79,3 persen adalah amanah yang berat. Bukan alasan untuk merasa cukup, melainkan dorongan untuk bekerja lebih sungguh-sungguh. Kekuatan sesungguhnya tidak terletak pada angka survei, melainkan pada kesejahteraan rakyat yang nyata; harga yang terjangkau, pekerjaan yang layak, dan keadilan yang dirasakan tanpa pandang bulu.
Penulis: Analis Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik

