Lima Tuntutan Menggema, Respons Negara Dipertanyakan

Harnasnews
2 Min Read

Negara tentu memiliki pilihan. Mengakhiri jeda dengan tindakan nyata, atau mempertahankannya dengan risiko yang semakin besar.

Karena dalam konteks kekuasaan, diam bukanlah posisi netral. Ia adalah keputusan. Dan setiap keputusan membawa konsekuensi.

Jika jeda itu terus dipertahankan, maka pesan yang sampai ke publik menjadi jelas: bahwa apa yang disuarakan belum cukup untuk mengubah apa yang dijalankan.

Dan ketika itu terjadi, jalan raya akan terus menjadi ruang bicara.

Pertanyaan akhirnya sederhana, tetapi menentukan: sampai kapan respons hanya berhenti sebagai pernyataan?

Adi Suparto; adalah jurnalis senior dan pengamat kebijakan publik.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *