Meski sempat merendam rumah warga dan akses jalan utama, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut pada Minggu pagi. Warga terlihat mulai membersihkan rumah serta menyelamatkan barang-barang yang sempat terendam air.
Banjir yang kembali melanda kawasan tersebut memicu keluhan masyarakat. Sejumlah warga menyebut ini merupakan banjir kedua yang terjadi sepanjang Mei 2026. Mereka menduga meluapnya sungai dipicu oleh rusaknya beberapa titik tanggul di sepanjang aliran Krueng Peuto yang hingga kini belum diperbaiki secara maksimal.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera melakukan normalisasi sungai dan perbaikan tanggul untuk mengantisipasi banjir susulan, terutama saat intensitas hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Selain mengganggu aktivitas masyarakat, banjir juga dikhawatirkan berdampak terhadap perekonomian warga, terutama petani dan pedagang kecil yang berada di kawasan terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Aparat kecamatan bersama perangkat gampong masih terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan debit air di wilayah terdampak. (Zulmalik)

