- Kedaulatan atas Ruang Publik: Jalan, trotoar, dan ruang udara adalah aset daerah; pemanfaatannya oleh pihak swasta wajib diatur izin dan kewajiban retribusinya demi kas daerah.
- Standar Teknis Mengikat: Tak ada lagi pemasangan serampangan; setiap tiang dan kabel harus memenuhi standar keamanan (SNI) dan estetika yang baku.
- Keadilan & Kepastian: Menutup celah pelanggaran dan memberi kepastian hukum bagi semua pelaku pembangunan.
Tanpa Perda yang komprehensif, aparat ibarat bertarung tangan kosong melawan pelanggaran yang terus menjamur.
Jalan Keluar: Utamakan Penertiban Darurat, Langkah Maju Bertahap
Dalam merumuskan solusi, kita harus membedakan mana yang mendesak diselesaikan hari ini dan mana yang menjadi rencana indah masa depan.
Hal yang mendesak dan tak bisa ditunda lagi adalah pembenahan dan penertiban di lapangan saat ini juga: merapikan kabel-kabel yang menjuntai rendah, memotong yang putus dan mengganggu, menata ulang jaringan yang semrawut, serta membongkar barisan tiang yang berjejer tumpang tindih di satu titik hingga memakan badan jalan. Ini harga mati demi keselamatan nyawa warga.
Sementara itu, untuk jangka menengah dan panjang, langkah strategis dilakukan secara bertahap:
Wajib Tiang Bersama: Ke depan, satu tiang kokoh digunakan bergantian oleh berbagai operator. Ini memangkas tumpukan tiang di pinggir jalan, merapikan pemandangan, dan menekan biaya mubazir.
Migrasi ke Bawah Tanah: Kawasan pusat ibu kota kabupaten dan jalur protokol perlahan ditata lebih elit: kabel ditanam ke dalam tanah, mengembalikan keagungan wajah kota secara total.
Sistem Izin Satu Pintu dan Sanksi Tegas: Memangkas birokrasi namun memperketat verifikasi teknis dan menindak tegas pelanggaran agar ketertiban abadi terjaga.
Menggerakkan Kesadaran Kolektif
Di ujung segalanya, keberhasilan rencana agung ini bertumpu pada dukungan warga. Masyarakat tak sekadar penonton, melainkan garda terdepan penjaga ketertiban.
- Berani melapor jika melihat kabel menjuntai atau tiang miring.
- Menolak memberi izin sepihak bagi pemasangan liar di lahan sendiri tanpa sepengetahuan pemerintah.
- Menjaga fasilitas umum yang telah ditata rapi nanti.
Kesadaran inilah kunci agar Pamekasan yang indah dan aman tak sekadar mimpi sesaat.
Penutup: Menjahit Harapan, Merajut Masa Depan
Langkah ini adalah ujian bagi kita semua: bagi wakil rakyat untuk melahirkan aturan yang berpihak pada nyawa, bagi pemerintah untuk menegakkan aturan tanpa ragu, dan bagi operator untuk berbisnis dengan etika dan tanggung jawab.
Menata utilitas bukan sekadar merapikan kabel. Ia adalah upaya memuliakan ruang hidup kita. Sebuah ikhtiar agar Pamekasan tumbuh menjadi kota modern yang tak hanya maju teknologinya, tapi juga anggun wajahnya dan aman bagi setiap warganya. Mari kita kawal bersama, demi kebanggaan dan masa depan Pamekasan yang lebih gemilang.
Penulis: Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik

