Ditanya soal kelembagaan koperasi di Indonesia, Rully mengakui meski sudah terbilang tertata, namun masih ada masalah antara konsep dengan aplikasi di lapangan.
“PR kita adalah bagaimana menemukan link & match koperasi, antara yang kita pelajari dengan pelaksanannya di lapangan,”jelasnya.
Rully menilai koperasi bisa menjadi wadah promosi bagi anggotanya untuk bisa meningkatkan kesejahteraan bersama, dalam artian menyatukan kelompok atau usaha-usaha potensial dalam satu wadah bernama koperasi.
Untuk itu, Rully akan berupaya mengoptimalkan kelompok-kelompok produktif dalam satu wadah koperasi.
“Misalnya generasi milenial saat ini yang sangat produktif namun belum ada wadah yang memayunginya, kelompok wanita maupum kalangan profesional,” tambah Rully.(Red/Ed)

