Disaat tiga pasang calon kepala daerah saling kunci pendukung, Didu menyebut, potensi hadirnya calon keempat bisa terjadi. Selly-Manan diusung oleh PDI Perjuangan dan PKS, total sepuluh kursi. Sedangkan Makmur-Ahda diusung oleh Gerindra dan PPP, total sembilan kursi. Sementara Mohan-Mujib diusung oleh Golkar dengan sembilan kursi.
“Total kursi di Kota Mataram itu 40. Masih bisa mengusung satu lagi, Demokrat, PKPI, Nasdem, Hanura, PKB, Berkarya, PAN, ada 12 kursi bisa berkoalisi,” jelasnya.
Diakui Didu proses menuju Pilkada Kota Mataram menuju pendaftaran masih lima bulan lagi, tiga pasangan calon yang sudah mencuat masih berpotensi berubah, begitu pula jumlah pasangan calon yang terlibat kontestasi berpeluang menjadi empat calon. Ada nama-nama seperti Rohman Farly, Imam Sofian, Irzani, Akhada, maupun Baihaqi berpeluang membuat poros baru.
“Nah, mereka-mereka yang saya prediksi jadi poros keempat ini memiliki ceruk pemilih yang unik,” tandasnya.
Pria ramah ini menilai, poros keempat akan dinilai sebagai underdog. Poros yang dianggap lemah ini bakal diusung oleh multi partai. Mereka tidak berasal dari dinasti politik masa lalu.
“Dengan pembagian zona pemilih dan tingkat rasionalitas milenial dan masyarakat urban, kemenangan justru bisa jadi diraih oleh underdog. Tentu dengan catatan mereka mampu mendekati swing voters dan undecided voters,” tutup Didu.(Herman)

