
Lebih lanjut Kapolres juga menyampaikan bahwa ada beberapa keluhan warga diantaranya masalah balap liar yang ada di wilayah Bekasi Selatan.
“Tidak bisa kita dari satu sisi tapi harus melihat sisi yang lain dengan kerjasama semua pihak, salah satunya dari lingkungan, Paling tidak ini bisa mencegah mereka untuk tidak melakukan balap liar,” katanya.
Permasalahan balap liar, kata Kapolres, banyak dilakukan oleh orang dari luar Kota Bekasi, seperti Karawang, Jakarta Timur dan Kabupaten Bekasi.
“Kalau dari Bekasi rata-rata hanya menonton. Memang dari balap liar yang kita amankan itu berasal dari luar kota Bekasi,” katanya.
Namun, Polres Metro Bekasi Kota terus berupaya untuk melakukan pemantauan dan pencegahan balap liar yang tidak jarang menimbulkan korban jiwa.
*Kami tetap berupaya seperti malam ini kami lakukan upaya pencegahan balap liar, tapi juga tentunya butuh peran serta dari masyarakat. Dinamikanya seperti itu, kami juga butuh dukungan dari masyarakat agar kegiatan-kegiatan negatif ini semakin berkurang,” ungkap dia.
Selain itu, Kapolres juga menegaskan bahwa keberadaan siskamling di lingkungan juga sangat dibutuhkan untuk mencegah aksi kejahatan di lingkungannya.
Ketua RT 02 RW 01, Mustofa, mengatakan bahwa Siskamling sudah berjalan oleh warganya dengan sistem bergantian.
Kegiatan Ngopi Kamtibmas diakhiri dengan memberikan rompi Siskamling bagi warga RT 02 RW 01 oleh Kapolres .(Mam)

