Pemkab Bojonegoro Bentuk Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2026

Harnasnews
3 Min Read

Menurutnya, warga merupakan pihak yang paling memahami kondisi lingkungan dan potensi ancaman yang ada di wilayah masing-masing.

“Kami berharap seluruh peserta Destana mampu tanggap terhadap berbagai potensi bencana. Peran masyarakat sangat penting karena merekalah yang berada di garis terdepan saat menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.

Nurul Azizah menjelaskan, BPBD memiliki fungsi sebagai koordinator dalam menyinergikan berbagai pihak agar upaya penanggulangan bencana dapat menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan warga harus terus diperkuat.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberi perhatian khusus terhadap persoalan kekeringan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kecamatan Kepohbaru.

Menurutnya, upaya mitigasi harus diarahkan pada solusi yang mampu menjamin ketersediaan air bagi masyarakat.

“Kekeringan harus menjadi perhatian bersama. Harapannya, berbagai langkah yang direncanakan dapat benar-benar dieksekusi sehingga persoalan kebutuhan air masyarakat bisa teratasi,” katanya.

Dengan terbentuknya Desa Tangguh Bencana di Kecamatan Kepohbaru, Pemkab Bojonegoro berharap kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana semakin meningkat.

Selain menekan indeks risiko bencana daerah, program ini juga diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan ketahanan masyarakat melalui kesiapsiagaan yang terencana, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi warga. (Prokopim)(SH)

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *