Untuk mendukung keberhasilan budidaya, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan paket bantuan yang cukup lengkap kepada setiap penerima manfaat.
Masing-masing akan memperoleh tiga kolam terpal berdiameter dua meter, 3.000 ekor bibit lele, tiga buah seser, 300 kilogram pakan awal, serta tiga liter prebiotik sebagai penunjang proses pemeliharaan.
Bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun usaha budidaya lele yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
Selain meningkatkan pendapatan warga, Program Kolega juga diproyeksikan mampu melahirkan desa-desa percontohan yang menjadi sentra produksi lele di Bojonegoro.
Dengan semakin banyak masyarakat yang terlibat, sektor perikanan diharapkan menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga menggandeng berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan program ini berjalan optimal, mulai dari pendampingan teknis hingga pengembangan pemasaran hasil budidaya.
Bimbingan teknis tersebut turut dihadiri Sekretaris Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, Kepala Desa Pandantoyo, serta Sekretaris Kecamatan Temayang.
Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan, Program Kolega diharapkan mampu mencetak lebih banyak keluarga mandiri sekaligus memperkuat ekonomi desa berbasis budidaya perikanan. (Prokopim)(Sh).

