Raker Sahabat MUI, Soroti Penyimpanan Seksual dan Dorong Kembalinya BNK

Harnasnews
3 Min Read
Sabahat MUI Kota Bekasi

KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Sahabat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi mendesak kembali berdirinya Badan Narkotika Kota (BNK). Hal ini dikatakan Divisi Hukum, Sabahat MUI, Bambang Sunaryo usai Rapat Kerja dan Halal Bihalal di Asrama Haji Bekasi, Bekasi Selatan pada Rabu (15/07/26).

“Harapan kami, kita sudah berkoordinasi dengan ketua MUI, dengan pihak-pihak termasuk DPRD kita akan menghidupkan kembali BNK. Banyak masyarakat yang menjadi korban,” ujar Bambang Sunaryo.

Alasan kembali dibentuknya BNK sendiri menurut Bambang, karena penegakan hukum oleh porsinya adalah hanya oleh satu lembaga tanpa adanya pengawasan.

“Kita percaya ada BNN, percaya ada BNP, tapi kita tidak yakin orang-orang yang kena narkoba itu dari kalangan yang mampu, justru yang menjadi korban adalah dari kalangan yang tidak mampu.Hadirnya kami lembaga bantuan hukum Sabahat MUI ini, adalah mengambil bagian daripada kontribusi terhadap masyarakat kecil yang tidak mampu yang akan kita dampingi,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua Sahabat MUI Bekasi, Ust. Ismail Ibrahim, mengatakan bahwa Raker Sabahat MUI yang digelar pertama kalinya ini sekaligus sebagai upaya menyusun langkah-langkah sebelum mengambil tindakan.

Hal ini mengacu pada isu yang mengemuka saat ini terkait dengan maraknya penyimpangan seksual seperti LGBT yang ada di Kota Bekasi.

“Ada ungkapan ketika memerlukan waktu 6 jam untuk menebang pohon, maka 4 jam kita gunakan untuk mengasah kapak. Ini ungkapan sesungguhnya, filosofi dari setiap langkah kegiatan yang kita lakukan itu penting untuk dipersiapkan sebaik-baiknya,” kata dia.

“66 persen waktu kita gunakan untuk merancang sebuah tindakan jauh lebih efektif ketimbang langsung kerja-kerja tanpa rancangan,” ungkap dia.

Salah satu upaya dari Sabahat MUI ialah dengan 7 divisi yang masing-masing akan bertugas pada permasalahan yang ada di tengah masyarakat, termasuk dengan isu LGBT yang semakin santer.

“7 divisi yang akan kita pertajam pada rapat kerja ini. Ini menjadi bagian dari ikhtiar bagaimana nanti isu-isu yang terkait dengan itu mudah-mudahan mendapatkan support atau masukan,” pungkasnya.

Pada kegiatan Rapat Kerja dan Halal Bihalal oleh Sabahat MUI itu, nampak juga hadir Wali Kota Bekasi Tri Adhianto , ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi serta pejabat terkait. (Mame)

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *