Ia juga menambahkan bahwa kerja sama dengan Kementerian Agama menjadi bentuk sinergi penting dalam menghadirkan pembinaan yang inklusif dan humanis di lingkungan pemasyarakatan.
Sementara itu, Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Pasuruan, Kuswanto, menyampaikan bahwa pendampingan spiritual memiliki peran penting dalam membantu warga binaan menjalani proses pembinaan dengan lebih baik.
“Pembinaan rohani bukan hanya soal ibadah kepada Sang Hyang Widhi, tetapi juga bagaimana memberikan komunitas guna penguatan mental dan spiritual agar warga binaan tetap memiliki semangat menjalani kehidupan hingga setelah mereka bebas nantinya,” ujar Kuswanto.
Kegiatan pembinaan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain memberikan pendampingan ibadah, penyuluh agama juga melakukan komunikasi dan penguatan spiritual kepada warga binaan.
Melalui kerja sama ini, Lapas Pasuruan kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan pembinaan yang adil, inklusif, dan menghormati hak beragama seluruh warga binaan, sebagai bagian dari proses pembinaan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik.(Hid)

