Tak Miliki Posisi Tawar di KMP, Senior Golkar Diminta Evaluasi Keberadaan Ketum Bahlil

Pusat
3 Min Read

JAKARTA, Harnasnews – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menyebut bahwa kader Partai Golkar dinilai belum optimal mewarnai pemerintahan Prabowo Subianto.

Menurutnya kader Golkar yang memegang posisi menteri seharunya mampu menunjukkan performa di atas rata-rata dengan menghadirkan kebijakan inovatif yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo.

“Untuk itu, senior Golkar harus bersikap dan perlu mengevaluasi kinerja para menteri dari kader Golkar. Hal ini dinilai langkah wajar, sebab hingga dua tahun ini belum menunjukkan hasil maksimal,” ujar Syakur kepada Harnasnews di Jakarta, Minggu (13/9/2026).

Syakur mendorong partai politik pendukung, termasuk Golkar, agar terus membenahi kadernya di eksekutif demi memperkuat stabilitas dan efektivitas jalannya pemerintahan.

“Seharunya Golkar memiliki posisi tawar dan bisa mewarnai di pemerintahan, hal ini mencerminkan karakteristik dasar Partai Golkar sebagai partai yang secara historis memiliki doktrin kekaryaan dan posisi strategis dalam birokrasi serta teknokrasi di Indonesia,” ungkapnya.

Oleh karena itu, guna menjaga posisi tawar yang kuat dan efektif dan ikut mewarnai kebijakan pemerintah, DPP Golkar agar menaruh kader-kader yang memiliki keahlian teknokratis.

“Partai Golkar sebaiknya menempatkan kader-kader yang memiliki keahlian mendalam (expert) di bidangnya untuk mengisi pos kementerian di dalam kabinet pemerintahan,” katanya.

Selain itu, penunjukan kader partai atau menteri di dalam kabinet pemerintahan harus didasarkan pada prinsip meritokrasi untuk menjamin efektivitas dan profesionalisme jalannya pemerintahan.

Share This Article