Dalam hal kerajinan pelaku UMKM di daerahnya juga bisa menghasilkan peralatan perlengkapan rumah tangga berbahan baku kain perca. Produknya juga tak kalah inovatif, kualitasnya pun juga bersaing dan bahkan juga laku dalam pameran kerajinan berskala nasional.
“Kalau toko modern berjaringan mampu bersinergi membantu memperluas pasar produk- produk UMKM tersebut, manfaatnya kan juga bisa dirasakan pelaku UMKM,” tandas Mundjirin.
Oleh karena itu, bupati juga berharap kebijakan manajemen toko modern berjaringan yang ingin merangkul pelaku usaha mikro itu benar- benar menjadi komitmen kuat.
Sehingga dapat saling mendukung untuk memperluas jaringan pemasaran produk masing- masing. “Bila perlu nantinya, manajemen jaringan toko modern itu bisa menjadi bapak angkat para pelaku usaha mikro,” tambahnya.
Terkait potensi UMKM unggulan Kabupaten Semarang ini, sebelumnya juga diamini oleh Corporate Affairs Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Solihin. Dalam sebuah kesempatan acara di Ungaran, Sholihin menyatakan siap bekerja sama dengan Pemkab Semarang memperluas pemasaran produk UMKM yang adadi daerah ini.
Bahkan juga siap membantu permodalan lewat salah satu anak usaha perusahaannya dalam mendukung penguatan kapasitas para pelaku UMKM. “Selain itu juga dibuka kesempatan fasilitasi pembentukan toko online jika memang dibutuhkan oleh para pelaku UMKM,” jelasnya. (Rep/Red)

