ACEH UTARA, Harnasnews — Dentuman rapa’i yang menggema di tengah malam menjadi penutup meriah rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.
Lapangan Cot Kafiraton, Seunuddon, Sabtu (22/8/2026) malam, berubah menjadi lautan manusia. Sejak malam hingga memasuki Minggu (23/8/2026) dini hari, masyarakat dari berbagai desa berdatangan untuk menyaksikan malam puncak Festival Seni dan Budaya, yang ditandai dengan pertunjukan Uroeh Rapa’i Pasee.
Acara yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB tersebut berlangsung hingga sekitar pukul 02.00 WIB. Bahkan, ketika malam semakin larut, antusiasme warga tidak tampak surut. Suara rapa’i, sorak penonton dan kemeriahan pertunjukan terus menghidupkan suasana lapangan.
Malam penutupan itu sekaligus menjadi puncak dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di Kecamatan Seunuddon yang telah berlangsung sejak 12 hingga 22 Agustus 2026.
Beragam kegiatan telah digelar selama rangkaian tersebut, mulai dari karnaval, pertandingan sepak bola, perlombaan rakyat, hingga pentas seni dan budaya yang melibatkan pelajar, pemuda, orang tua serta masyarakat dari berbagai desa.
Uroeh Rapa’i Pasee Jadi Magnet Malam Penutupan
Salah satu pertunjukan yang paling menyedot perhatian masyarakat adalah Uroeh Rapa’i Pasee. Seni tradisional Aceh tersebut tidak hanya menghadirkan kekuatan tabuhan rapa’i, tetapi juga memperlihatkan kekompakan para pemain dalam menjaga irama dan gerakan.
Pada malam puncak, pertunjukan mempertemukan kelompok dari Blang Pha, Seunuddon, dengan kelompok dari Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron.
Dari Blang Pha tampil sejumlah grup, di antaranya Grup Sibroek Blang Pha, Grup Pucoek Alue, Grup Matang Kupula, Grup Geulumpang Tujoh dan Grup Lhok Meurbo.
Sementara dari Simpang Mulieng tampil Grup Simpang Mulieng, Grup Buah, Grup Landeng, Grup Peurupok dan Grup Lapang Matang Tunong.
Tabuhan rapa’i yang dimainkan secara bersama-sama menciptakan suasana khas seni tradisional Aceh. Penonton tampak bertahan di sekitar lapangan, sebagian duduk berkelompok dan sebagian lainnya berdiri menyaksikan setiap penampilan.
Di balik kemeriahan tersebut, tersimpan pesan penting tentang pelestarian budaya. Uroeh Rapa’i Pasee menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari dan meneruskan kesenian tradisional Aceh agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Selain pertunjukan seni budaya, acara ini juga menjadi momen ajang silaturahmi masyarakat antar kecamatan di Aceh Utara.
Sedangkan pembagian hadiah bagi para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar selama rangkaian HUT ke-81 RI, sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya.
Ketua panitia bersama Muspika, panitia keamanan keramaian umum, Imum Mukim dan jajaran Polsek Seunuddon turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.
Kapolsek Seunuddon, Iptu Edi Suparman, mengatakan malam tersebut merupakan puncak seluruh rangkaian kegiatan sekaligus momentum penyerahan hadiah kepada para pemenang.
“Malam ini merupakan malam puncak dari seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus menampilkan vestifal seni budaya Aceh. Sedangkan acara yg kita lakukan dari awal hingga akhir puncak acara malam ini di mulai dari karnaval, sepak bola hingga Uroeh Rapa’i Pasee” ujar Edi Suparman.
Menurutnya, kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI di Seunuddon tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai unsur masyarakat serta pemerintahan.
Dukungan tersebut datang dari jajaran Muspika Plus, para geuchik, forum geuchik, mukim, Puskesmas, serta satuan pendidikan mulai dari TK, SD, MTsN, SMP, SMA hingga SMK se-Kecamatan Seunuddon.
Dari Anak-Anak hingga Orang Tua Ikut Merayakan
Semarak HUT ke-81 RI di Seunuddon tidak hanya berlangsung pada malam penutupan. Sejak pagi hingga malam, masyarakat dari berbagai kelompok usia telah terlibat dalam beragam kegiatan.
Anak-anak dan pelajar mengambil bagian dalam perlombaan. Para pemuda meramaikan pertandingan olahraga, sementara orang tua dan masyarakat umum memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan.
Perayaan tersebut akhirnya menjadi ruang pertemuan masyarakat dari berbagai desa, bahkan menarik warga dari wilayah kecamatan sekitar.
Di tengah hiruk-pikuk hiburan dan perlombaan, tercipta suasana keakraban, silaturahmi serta kebersamaan yang menjadi bagian penting dari peringatan kemerdekaan.
Rapa’i Menggema hingga Dini Hari
Waktu terus bergerak menuju dini hari. Namun, masyarakat masih bertahan di Lapangan Cot Kafiraton.
Dentuman rapa’i yang bersahut-sahutan menjadi suara terakhir yang mengiringi penutupan festival. Kemeriahan baru perlahan mereda setelah pertunjukan berakhir menjelang dini hari.
Bagi masyarakat Seunuddon, malam tersebut bukan sekadar penutup sebuah festival. Lebih dari itu, perayaan HUT ke-81 RI menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, gotong royong dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Panitia berharap kekompakan yang terbangun selama rangkaian kegiatan dapat terus dipertahankan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Harapan kami, kekompakan seluruh elemen masyarakat di Kecamatan Seunuddon terus terjaga. Mudah-mudahan pada perayaan kemerdekaan tahun-tahun berikutnya, kegiatan dapat dilaksanakan lebih meriah dan semarak,” demikian harapan panitia.
Dengan berakhirnya pertunjukan Uroeh Rapa’i Pasee, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Seunuddon resmi ditutup.
Lampu-lampu di Lapangan Cot Kafiraton perlahan meredup. Masyarakat pun mulai meninggalkan lokasi setelah melewati malam panjang penuh hiburan dan kebersamaan.
Namun, semangat yang lahir dari malam itu diharapkan tidak ikut padam—semangat persatuan, gotong royong, kecintaan terhadap seni budaya Aceh dan rasa bangga sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Zulmalik)

