
Banjir Meluas di Aceh Utara, Bupati Ayah Wa Salurkan Bantuan Masa Panik ke Korban di Tiga Kecamatan
ACEH UTARA, Harnasnews — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara kembali menunjukkan respon cepat dalam penanganan bencana setelah curah hujan tinggi sepekan ini yang menyebabkan banjir besar di sejumlah kecamatan pesisir dan dataran rendah. Pada Minggu, 23 November 2025. Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa) turun langsung menyalurkan bantuan masa panik kepada warga yang mengungsi di Kecamatan Tanah Jambo Aye, Seunuddon, dan Baktiya tiga wilayah yang tercatat sebagai titik terdampak paling parah.
Bupati Ayah Wa mengunjungi beberapa desa yang terendam banjir, antara lain, Matang Jurong, Kecamatan Tanah Jambo Aye. Lhok Rambideng, Paya Dua Uram, Ulee Reubek Timur, Kecamatan Seunuddon. Dan Gampong Meunasah Alue Ie Puteh, Kecamatan Baktiya.
Banjir di wilayah tersebut terjadi akibat tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir, yang memicu meluapnya aliran sungai di kawasan perbatasan Aceh Utara–Aceh Timur, dan beberapa alur sungai lainnya di kecamatan Seunuddon serta, Baktiya. Kondisi ini mirip dengan pola banjir tahunan yang biasanya terjadi pada November–Desember.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyampaikan pesan penguatan kepada warga.
“Banjir ini adalah cobaan dari Allah SWT yang tidak kita inginkan. Kita harus tetap bersabar. Pemerintah hadir untuk mendengar langsung keluhan masyarakat serta memberikan bantuan masa panik sebagai bentuk perhatian dan dukungan,” kata Ayah Wa.
Berdasarkan laporan BPBD Aceh Utara, banjir merendam 7 kecamatan, yaitu, 1. Langkahan, 2. Tanah Jambo Aye, 3. Seunuddon, 4. Baktiya, 5. Baktiya Barat, 6. Lapang, 7. Muara Batu.
Ketinggian air bervariasi antara 50–100 cm, dengan kondisi terparah berada di Kecamatan Seunuddon, Tanah Jambo Aye, dan Lapang wilayah yang memang berada di jalur utama aliran air dari kawasan hulu.
Kondisi serupa pernah terjadi pada banjir tahun-tahun sebelumnya, di mana laporan kebencanaan daerah menunjukkan bahwa daerah pesisir timur Aceh Utara termasuk kategori rawan karena karakteristik dataran rendah dan pasokan air sungai yang besar saat musim penghujan.
Melalui Dinas Sosial Aceh Utara, Pemerintah Kabupaten menyalurkan bantuan masa panik yang terdiri dari, Beras, Mie instan, Sarden, Minyak goreng, Air mineral, Telur, Makanan anak-anak, Kecap dan saus, Roti siap saji.
Bantuan tersebut langsung dibagikan kepada warga yang mengungsi di sejumlah titik, termasuk lokasi pengungsian utama di SMA Negeri 1 Seunuddon.
Geuchik Paya Dua Uram, Faisal, SH, mengapresiasi kehadiran cepat Pemkab.
“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Pemerintah Aceh Utara. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang harus mengungsi sementara waktu,” ujarnya.
Dalam penyaluran bantuan tersebut, Bupati turut didampingi oleh, Asisten III Setdakab Aceh Utara, M. Nasir, Kepala Dinas Sosial, Fakhrurrazi, Kalaksa BPBD Aceh Utara, Fuad Mukhtar, Ketua Komisi IV DPRK, Bukhari Anggota DPRK, Abdullah M. Amin, Camat Seunuddon, Ismuhar, Camat Tanah Jambo Aye, Fauzi Saputra, Danramil 09 Seunuddon, Kapt. Inf. Bustami, Kapolsek Seunuddon, Edi, S, Sekretaris Kecamatan Baktiya.
Kehadiran unsur pemerintahan, TNI, dan Polri menjadi bagian dari koordinasi terpadu sebagaimana protokol penanganan bencana daerah yang juga diterapkan pada banjir besar Aceh Utara tahun 2020, 2022, dan 2024.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memastikan pemantauan di lapangan akan terus dilakukan. Bupati menegaskan bahwa bantuan tambahan akan disalurkan apabila kondisi masih memburuk atau warga membutuhkan kebutuhan lanjutan hingga masa darurat berakhir.
“Kami akan terus memonitor situasi di semua kecamatan terdampak. Pemerintah siap menambah dukungan agar masyarakat bisa kembali ke rumah dan beraktivitas normal,” tegas Ayah Wa. (Zulmalik)
