
Peternakan Ayam petelur Dana Desa di Merbo Jurong Terhenti, Warga Harap Suntikan Dana Bantuan Pemerintah
Aceh Utara, Harnasnews – Musibah banjir besar yang melanda wilayah Aceh Utara pada 25 November 2025 menyisakan duka mendalam bagi peternak ayam petelur milik BUMDes Gampong Merbo Jurong, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.
Program pemberdayaan ekonomi desa yang baru berjalan lima bulan itu terpaksa berhenti total setelah seluruh kandang terendam air dan sekitar 1.000 ekor ayam petelur mati.
Program ternak ayam petelur yang dikelola melalui Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) ini sebelumnya menjadi salah satu harapan baru penguatan ekonomi masyarakat desa. Usaha tersebut didanai melalui Dana Desa dengan total anggaran sekitar Rp300 juta.
Geuchik Gampong Merbo Jurong, Mundirin, menjelaskan bahwa sebelum banjir melanda, program ternak ayam petelur menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
“Dalam lima bulan berjalan, usaha ini mampu menghasilkan keuntungan rata-rata Rp15 juta per bulan. Ini menjadi sumber pemasukan yang sangat membantu masyarakat,” ujarnya saat peninjauan kandang pada Sabtu, 14 Februari 2026, didampingi aparatur desa dan warga setempat.
Program dimulai dari pembersihan lahan, pembangunan kandang, pengadaan bibit ayam petelur, hingga penyediaan pakan. Dalam waktu relatif singkat, peternakan tersebut tumbuh menjadi salah satu unit usaha produktif desa yang menjanjikan.
Namun, banjir besar yang melanda sebagian wilayah Sumatra, khususnya Aceh Utara, menjadi pukulan telak, 1000 ayam mati, dan modal usaha pun habis. Air merendam kandang dalam waktu lama, mengakibatkan seluruh ayam petelur mati dan operasional usaha terhenti total. Kerugian yang dialami diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Modal usaha yang bersumber dari Dana Desa pun praktis habis.
Seorang warga Merbo Jurong mengaku sangat terpukul atas musibah tersebut.
“Kami sudah merasakan hasilnya. Setiap bulan ada pemasukan sekitar Rp15 juta. Ini sangat membantu ekonomi masyarakat. Tapi sekarang semuanya habis karena banjir. Kami berharap pemerintah peduli dan membantu kami bangkit kembali,” ungkapnya.
Harapan Bantuan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan Desa
Geuchik Mundirin menegaskan bahwa program ternak ayam petelur ini merupakan bentuk komitmen desa dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis desa.
“Kami melaksanakan kegiatan ini sesuai mekanisme, menggunakan Dana Desa melalui BUMG. Program ini sudah berjalan dan terbukti menghasilkan. Namun musibah banjir di luar kemampuan kami. Dana Desa tahun 2026 sangat terbatas, sehingga penyertaan modal kembali hampir tidak mungkin,” jelasnya.
Pihak desa berharap adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat agar usaha tersebut dapat dihidupkan kembali.
Menurut aparatur desa, program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Kini, masyarakat Gampong Merbo Jurong hanya bisa berharap adanya bantuan modal lanjutan serta pendampingan teknis agar usaha peternakan ayam petelur tersebut kembali berjalan.
Meski diterpa musibah, semangat warga untuk bangkit tidak padam. Mereka yakin, dengan dukungan nyata dari pemerintah dan sinergi berbagai pihak, roda ekonomi desa dapat kembali berputar dan ketahanan pangan di tingkat gampong tetap terjaga. (Zulmalik)

