Meski jumlah POPT terbatas—satu petugas harus membawahi dua hingga tiga kecamatan—pemantauan tetap dilakukan secara berkala.
Petani Desa Alue Drien, Syahrul, menyambut baik pendampingan dari dinas. Ia mengakui bahwa penyemprotan mandiri sebelumnya kurang efektif.
“Kami berharap kegiatan pengendalian ini lebih sering dilakukan. Selain itu, pemerintah juga perlu menjaga harga gabah agar petani tidak tetap merugi meski panen berhasil,” ungkapnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua BPP Cot Girek Adhar, POPT Aceh Utara Vitri Aulia, PPL Cot Girek Siti Mariah, Mantri Tani Cot Girek Faisal, Babinsa setempat, serta para petani Desa Alue Drien.
Serangan hama WBC di Cot Girek menjadi ancaman serius yang berpotensi meluas. Gerakan pengendalian massal ini menjadi langkah penting untuk melindungi tanaman padi dan mencegah kerugian besar bagi petani. Dinas Pertanian Aceh Utara menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pendampingan meski dengan keterbatasan jumlah tenaga POPT. (Zulmalik)

