Ini Upaya Pemkab Bojonegoro Menurunkan Angka Stunting

Harnasnews
3 Min Read

Berbagai program pendampingan yang telah berjalan dinilai memberikan dampak positif, mulai dari pengembangan peternakan hingga pemantauan status gizi anak-anak sekolah di Bojonegoro.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair, Prof. Dr. Lilik Maslachah, menjelaskan bahwa upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak awal kehidupan, bahkan sejak masa kehamilan hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Menurutnya, Bojonegoro memiliki potensi besar dalam menyediakan sumber protein hewani berkualitas melalui berbagai program unggulan daerah, seperti Gerakan Ayam Petelur Mandiri (Gayatri), budidaya lele keluarga, hingga pengembangan peternakan domba.

Program-program tersebut diharapkan mampu menjamin ketersediaan pangan asal hewan yang memenuhi standar ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh sumber gizi berkualitas dengan harga yang terjangkau.

Tak hanya berhenti pada kegiatan sosialisasi, hasil edukasi ini akan diteruskan oleh kader PKK kecamatan dan kelompok kerja (Pokja) hingga ke tingkat desa dan dasawisma.

Dengan cara tersebut, informasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani diharapkan menjangkau lebih banyak keluarga.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap kolaborasi bersama Universitas Airlangga tidak sekedar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu melahirkan gerakan bersama di tengah masyarakat untuk memperkuat ketahanan gizi keluarga.

Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, kader PKK, dan masyarakat, Bojonegoro optimistis mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan siap menjadi sumber daya manusia unggul di masa depan. (Prokopim)(sh).

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *