Pada hari proklamasi, 22 Mei 1990, kesepakatan dituangkan dalam poin-poin utama:
- Membentuk Republik Yaman yang berdaulat, bersatu, demokratis, dan berintegritas wilayah.
- Menetapkan Sana’a sebagai ibu kota negara, dengan struktur pemerintahan gabungan unsur kedua sistem lama.
- Menunjuk Ali Abdullah Saleh sebagai Presiden dan Ali Salem al-Beidh sebagai Wakil Presiden.
- Menjamin kebebasan politik, berpendapat, dan beragama, serta menghapus pembatasan yang berlaku di masa terpisah.
Secara mendasar, keputusan ini dinilai pengamat sebagai langkah politik matang: menggabungkan kekuatan, menutup kelemahan masing-masing, dan mewujudkan cita-cita bangsa yang terpisah terlalu lama.
Yaman: Warisan Peradaban dan Kecerdasan Sepanjang Masa
Keputusan strategis bersatu itu hanyalah satu bukti kecil karakter besar bangsa Yaman. Sejak ribuan tahun lalu, di seluruh dunia Arab dan Islam, bangsa ini dikenal memiliki ketajaman berpikir, kedalaman analisis, dan kecerdasan luar biasa, sebuah fakta sejarah, bukan sekadar pujian.
Jejak kecemerlangan masa lalu
Kecerdasan bangsa ini terekam jelas dalam warisan peradaban kuno. Kerajaan Saba’ dan Ma’in telah membangun sistem irigasi maju seperti Bendungan Marib, menguasai ilmu ukur tanah, arsitektur, dan mengelola jalur perdagangan internasional sangat rapi jauh sebelum bangsa lain berkembang.
Tokoh besar warisan bangsa dari tanah ini lahir pemikir yang karyanya menjadi rujukan umat manusia. Salah satu yang terbesar adalah Imam Syafi’i, pendiri mazhab fikih terbesar di dunia Islam. Dikenal memiliki daya ingat luar biasa dan logika tajam, beliau lahir dan tumbuh dalam lingkungan budaya Yaman yang kental. Selain itu, muncul nama-nama seperti Al-Jahiz, Al-Khalil bin Ahmad, Ibnu al-Muqaffa’, dan Ibnu Hajar al-Asqalani tokoh yang meletakkan dasar ilmu bahasa, sastra, tafsir, dan sejarah.
Ciri khas kecerdasan Yaman
Ada tiga keunggulan utama yang melekat:
- Penguasaan bahasa: Yaman dianggap wilayah dengan bahasa Arab paling murni, fasih, dan indah. Kemampuan merangkai kata dan menyusun syair menjadi ciri kecerdasan verbal tinggi.
- Kekuatan ingatan: Ilmu disampaikan dan dijaga lewat hafalan. Banyak ulama hafal ribuan hadis, kitab, atau puisi panjang tanpa catatan. Hingga kini, anak-anak Yaman kerap juara dunia kompetisi hafalan dan hitung cepat.
- Pemikiran mandiri: Berbeda bangsa lain yang sering mengikuti arus, ulama dan pemikir Yaman banyak melahirkan metode dan pandangan orisinal yang menjadi standar ilmu Islam.
Tetap bersinar meski diuji
Meski kini negeri itu dilanda konflik panjang, potensi kecerdasan tetap menonjol. Banyak warga asal Yaman menjadi ilmuwan, dokter, insinyur, dan akademisi penting di universitas Eropa, Amerika, dan negara Arab lain. Nama Yaman juga kerap muncul sebagai juara olimpiade sains, matematika, dan kompetisi kecerdasan tingkat internasional.
Kecerdasan ini tumbuh dari budaya menghormati ilmu, tradisi pendidikan kuat, serta warisan peradaban tua yang melatih cara berpikir kritis, teratur, dan mendalam.
Tak berlebihan jika Yaman dijuluki “bangsa berotak cemerlang”. Kecerdasan itulah yang menyatukan mereka 1990 silam, dan kelak akan menjadi modal utama bangkit kembali serta memegang peran besar dalam sejarah dunia.
Penulis: Analis Politik dan Hukum

