Pemkab Bojonegoro Perkuat Strategi Pembangunan Berbasis Data Dengan Menggandeng 1.556 Mahasiswa UPN

Harnasnews
4 Min Read

“Kalau satu mahasiswa berhasil mengajak satu anak kembali sekolah saja, itu sudah menjadi keberhasilan besar bagi pemerintah daerah,” kata Nurul Azizah.

Ketiga, mahasiswa melakukan pendataan rumah tangga yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.

Data tersebut akan menjadi acuan Pemkab Bojonegoro dalam menjalankan program pemasangan listrik gratis bagi masyarakat yang memenuhi syarat.

Keempat, mereka juga diminta melakukan pendataan kondisi rumah warga yang ruang tamunya masih berlantai tanah.

Hasil survei lapangan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan program plesterisasi maupun pemasangan paving guna meningkatkan kualitas hunian dan kesehatan masyarakat.

Data Mahasiswa Langsung Ditindaklanjuti Pemerintah
Pendekatan yang diterapkan Pemkab Bojonegoro dalam KKN tahun ini dinilai berbeda dibanding sebelumnya.

Pemerintah tidak hanya menjadikan mahasiswa sebagai peserta pengabdian masyarakat, tetapi sebagai mitra strategis yang membantu menghasilkan data akurat untuk penyusunan kebijakan.

Temuan di lapangan nantinya akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan penerima berbagai program bantuan sehingga intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.

Dengan cara tersebut, hasil KKN diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar menjadi dokumen akademik yang tersimpan di kampus.

Sementara itu, Rektor UPN Veteran Surabaya Prof. Dr. Ir. Ahmad Fauzi berharap seluruh mahasiswa mampu menjalankan tugas dengan baik serta beradaptasi dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bojonegoro.

Ia mengajak seluruh peserta KKN memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan kontribusi terbaik bagi daerah sekaligus belajar langsung dari kehidupan masyarakat desa.

Kehadiran ribuan mahasiswa ini pun membawa harapan baru bagi masyarakat Bojonegoro.

Selain menjalankan pengabdian, mereka menjadi penghubung antara kebutuhan warga dengan kebijakan pemerintah, sehingga berbagai persoalan yang selama ini belum terjangkau dapat segera memperoleh solusi melalui program-program Pemkab Bojonegoro. (Prokopim)(sh).

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *