Karena itu, Setyo Wahono mengajak seluruh pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas sekaligus memperbaiki desain kemasan agar produk lokal memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan mampu bersaing dengan produk dari daerah maupun negara lain.
Selain kualitas dan kemasan, Bupati juga mengingatkan pentingnya pola pikir yang adaptif terhadap perubahan tren pasar.
Pelaku usaha harus mampu membaca kebutuhan konsumen dan terus melakukan inovasi agar produk tetap diminati.
“Kita juga harus selalu berpikiran update, memahami apa yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen demi kemajuan produk kita,” ungkapnya.
Melalui bimbingan teknis tersebut, para pelaku UMKM diharapkan tidak hanya memahami strategi membangun citra produk, tetapi juga mampu menerapkan teknik pemasaran yang sesuai dengan perkembangan pasar saat ini.
Dengan penguatan kualitas, inovasi, dan branding, produk-produk unggulan Bojonegoro diharapkan semakin dikenal di tingkat nasional bahkan mampu membuka peluang lebih besar untuk menembus pasar ekspor.
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memastikan komitmennya untuk terus membangun ekosistem UMKM yang kuat melalui pendampingan berkelanjutan, peningkatan kompetensi pelaku usaha, serta perluasan akses pemasaran.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak produk lokal berkualitas yang menjadi kebanggaan Bojonegoro sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Prokopim)(sh).

