Haiqal yang saat itu sedang menjalankan tugas jurnalistik sekaligus berada sebagai warga Gampong Ampeh disebut berusaha melerai agar kericuhan tidak semakin meluas.
Namun, dalam situasi tersebut, seorang oknum anggota TNI yang bertugas di wilayah Koramil Tanah Luas diduga menghantam Haiqal.
Keluarga korban menyebut hantaman tersebut mengenai bagian rusuk Haiqal menggunakan lutut. Akibatnya, korban mengalami kesulitan bernapas dan harus mendapatkan perawatan medis.
Keluarga Minta Pertanggungjawaban
Keluarga Haiqal yang berada di Puskesmas Tanah Luas mengaku keberatan atas tindakan yang diduga dilakukan oknum anggota TNI tersebut.
“Kami tidak bisa menerima perlakuan anggota TNI itu,” ungkap pihak keluarga Haiqal saat berada di fasilitas kesehatan.
Pihak keluarga berharap insiden tersebut dapat diusut secara transparan sehingga diketahui secara jelas kronologi dan pihak yang bertanggung jawab atas dugaan kekerasan terhadap korban.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari jajaran Kodim Aceh Utara maupun pihak terkait mengenai dugaan keterlibatan oknum anggota TNI berinisial H dalam insiden tersebut.
Media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak Kodim Aceh Utara untuk memperoleh penjelasan mengenai kronologi kejadian dan langkah yang akan dilakukan terhadap anggotanya yang disebut terlibat dalam insiden tersebut. (Zulmalik)

