Hal yang sama disampaikan orang tua murid yang belum membayar yakni berinisial ID yang juga masih warga Wates. Dirinya belum bayar namun sudah bisa dipastikan akan membayar karena anaknya ngamuk harus bayar dan malu dengan teman temannya.
“Saya sebenarnya keluarga tidak mampu untuk membayar tetapi karena karena dari pada anak tidak sekolah karena malu dengan sangat terpaksa saya berusaha dan insya Allah tanggal 30 Oktober bulan ini saya bayar,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 2 Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Agus Salim saat dihubungi via telpon selulernya beberapa kali tidak meresponnya. Padahal menunjukkan nada dering namun tidak mau menerima telpon dari wartawan.
Nmun saat ditanya melalui pesan WhatsApp bahwa ingin konfirmasi terkait dugaan adanya pungli di SMPN 2 yang dipimpinnya, dia menyarankan agar klarifikasi langsung ke sekolah.
“Ke sekolah aja, hp di selent tidak kedengaran,” singkat Agus Salim. (Dod/Nur)

