
Aceh Utara, Harnasnews – Dua bulan pascabencana banjir, penanganan pemulihan sosial ekonomi warga terdampak di Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dinilai masih minim. Dari total 640 kepala keluarga (KK), sebanyak 597 KK tercatat terdampak banjir.
Namun hingga hari ke-62 pascabanjir, warga mengaku baru satu kali menerima bantuan beras dari pemerintah dengan jumlah 2 kilogram 2,05 ons per jiwa.
Berdasarkan penelusuran Tim Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon Pasca Banjir Aceh, bantuan tersebut disalurkan pada 29 Desember 2025. Hingga akhir Januari 2026, belum ada penyaluran bantuan lanjutan, baik dalam bentuk logistik pangan maupun dukungan pemulihan ekonomi.
Kondisi ini berdampak langsung pada daya tahan ekonomi warga, mengingat banjir tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga memutus sumber mata pencaharian masyarakat setempat.
Ketua Posko Banjir Buket Linteung, M. Jalil, membenarkan bahwa bantuan beras dari pemerintah memang baru sekali diterima sejak bencana terjadi.
“Sejak banjir sampai hari ini, bantuan beras dari pemerintah baru satu kali kami terima, jumlahnya 2 kilogram 2,05 ons per jiwa,” ujar Jalil. Rabu, (28/1/2026).
Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Buket Linteung, M. Umar. Menurutnya, banyak warga belum mampu bangkit secara ekonomi karena kehilangan pekerjaan dan lahan usaha akibat banjir.
“Banyak warga kehilangan mata pencaharian dan belum sepenuhnya pulih secara ekonomi,” katanya.
Namun, dampak banjir terhadap kondisi pangan warga tidak sepenuhnya seragam. Seorang warga Buket Linteung, Maimunah, mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah bantuan yang diterimanya. Meski demikian, ia menyebut masih memiliki stok beras yang mencukupi hingga memasuki bulan Ramadan.
“Saya masih ada persediaan beras untuk bulan puasa,” ujarnya.
Selain menekan kondisi sosial ekonomi, banjir juga meninggalkan kerusakan infrastruktur permukiman yang signifikan. Data lapangan mencatat sebanyak 391 unit rumah rusak berat, 43 unit rusak sedang, dan 68 unit rusak ringan. Sementara itu, 263 KK dari Dusun Tengoh dan Dusun Pateung terpaksa mengungsi dengan total 883 jiwa.
Keuchik Gampong Buket Linteung, Mansur, menegaskan bahwa jumlah bantuan beras yang diterima dan disalurkan kepada warga telah sesuai dengan data resmi dari Bulog.
“Jumlahnya bukan 2,5 kilogram, tetapi 2 kilogram 2,05 ons per jiwa. Itulah jumlah yang kami terima dan salurkan kepada masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Camat Langkahan, Teuku Reza Ichwan, menyatakan bahwa seluruh bantuan yang masuk melalui kantor camat telah disalurkan ke masing-masing gampong melalui keuchik. Ia juga membenarkan bahwa bantuan beras dari Bulog baru satu kali disalurkan sejak banjir melanda wilayah tersebut.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Fakhrurrazi, mengakui adanya penyaluran bantuan beras dari Bulog kepada warga terdampak banjir. Namun terkait informasi bantuan beras yang disebut-sebut berasal dari Presiden Republik Indonesia, ia menyatakan belum memperoleh kepastian.
“Kami akan melakukan pengecekan lebih lanjut,” ujarnya.
Minimnya frekuensi bantuan di tengah besarnya dampak banjir menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh Utara, khususnya dalam menjamin ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak. (Zulmalik/Tim)
