Ramadhan Kian Dekat, Dana Meugang Hadir Bawa Senyum untuk Warga Aceh Utara

ACEH UTARA, Harnasnews – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara memastikan tradisi Meugang tetap terlaksana di tengah situasi pemulihan pascabencana. Melalui program bertajuk Meugang Presiden, sebanyak 1.109 ekor sapi disiapkan untuk disalurkan kepada masyarakat di 852 desa se-Kabupaten Aceh Utara.

Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekadar tradisi memasak dan menyantap daging menjelang hari besar keagamaan seperti Ramadan dan Idul Fitri. Tradisi ini telah mengakar kuat sebagai simbol kebersamaan, solidaritas sosial, dan penguat silaturahmi antarwarga. Namun, bagi ribuan warga terdampak bencana di Aceh Utara, perayaan Meugang tahun ini sempat dibayangi keterbatasan ekonomi.

Dalam kegiatan coffee morning di Oproom Kantor Bupati, Senin (16/2/2026), Bupati Ismail A. Jalil yang akrab disapa Ayah Wa menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memastikan tradisi tetap terjaga.

Didampingi Plt Sekda Jamaluddin dan Asisten I Dayan Albar, Ayah Wa menyampaikan bahwa bantuan sapi Meugang diprioritaskan bagi warga yang mengalami dampak berat akibat bencana, baik kerusakan rumah maupun gangguan mata pencaharian.

“Kami ingin memastikan, meskipun warga sedang dalam masa sulit akibat bencana, tradisi Meugang tetap bisa dirayakan di meja makan setiap keluarga,” ujar Ayah Wa di hadapan awak media.

Menurutnya, kehadiran pemerintah dalam momentum Meugang bukan hanya soal distribusi daging, tetapi juga bentuk empati dan dukungan moril kepada masyarakat.

Anggaran Rp19,46 Miliar, Pengawasan Ketat

Program Meugang Presiden di Aceh Utara ini menelan anggaran sekitar Rp19,46 miliar. Setiap ekor sapi yang disalurkan harus memenuhi standar bobot minimal 300 kilogram dengan harga Rp58.000 per kilogram.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan dan diawasi ketat. Selain itu, Dinas Kesehatan Hewan turut dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi ternak sebelum disembelih dan didistribusikan.

Langkah ini diambil guna memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar sehat, aman, dan layak.

Skema Swakelola Pokmas di 852 Desa

Berbeda dari pola distribusi konvensional, Pemkab Aceh Utara menerapkan sistem swakelola melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas). Dana bantuan ditransfer langsung ke rekening kelompok di 852 desa untuk pengadaan sapi secara mandiri.

Skema ini dinilai lebih efektif dan adaptif terhadap kondisi masing-masing desa. Desa dengan tingkat kerusakan lebih parah akibat bencana mendapatkan alokasi yang lebih besar.

Pendekatan tersebut juga dimaksudkan untuk meminimalisir potensi konflik di tingkat desa sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran. Pemerintah berharap keterlibatan langsung masyarakat dalam pengadaan sapi dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan transparansi.

Di tengah proses pemulihan pascabencana, distribusi 1.109 sapi Meugang menjadi simbol bahwa pemerintah hadir bersama masyarakat. Meski bantuan ini diakui belum sepenuhnya mampu menutup seluruh kebutuhan warga terdampak, langkah tersebut setidaknya meringankan beban ekonomi menjelang hari besar keagamaan.

Kini, di ratusan desa di Aceh Utara, tradisi Meugang kembali menyala. Aroma daging yang dimasak di dapur-dapur warga bukan hanya tentang hidangan istimewa, tetapi juga tentang harapan, kebersamaan, dan semangat bangkit dari ujian. (Zulmalik)

Leave A Reply

Your email address will not be published.