
Jumlah Pemudik Alami Peningkatan Dari Tahun Sebelumnya
KOTA BEKASI, Harnasnews.com – H-2 Idhul Fitri 1447 H, puncak arus mudik masih nampak tinggi dan di prediksi ini terjadi hingga H-1 lebaran. Hal ini dikatakan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) usai kunjungi Jasa Marga Toll Road Command Center (JMTC), Kota Bekasi pada Kamis (19/03/26).
“Hari ini merupakan salah satu puncak arus mudik sesuai dengan prediksi sebelumnya. Ada dua periode puncak yang kita antisipasi, yaitu pada tanggal 14–15 Maret, kemudian 18 Maret, dan hari ini 19 Maret,” ujar AHY kepada media.
Pada kunjungan itu, AHY juga didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Purwantono, beserta jajaran direksi serta Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho beserta jajaran.
AHY kembali mengungkap bahwa, Berdasarkan laporan dan pemantauan langsung melalui CCTV di sejumlah titik, seperti KM 70 Cikatama, Kali Kangkung Semarang, serta Gerbang Tol Prambanan di ruas tol fungsional Jogja–Solo, secara umum kondisi lalu lintas terpantau ramai namun tetap lancar.
“Pengawasan akan terus dilakukan hingga arus mudik benar-benar surut dan masyarakat tiba di kampung halaman masing-masing untuk merayakan Idhul fitri bersama keluarga,” katanya.
Dikatakan AHY, tujuan utama Operasi Ketupat Jaya 2026 yang dijalankan Polri bersama pemerintah, termasuk Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, serta seluruh stakeholder seperti Jasa Marga, adalah memastikan perjalanan pemudik berlangsung aman dan lancar, khususnya di ruas Tol Trans Jawa yang menjadi jalur utama menuju Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.
“Kami juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan, termasuk faktor cuaca yang dipantau selama 24 jam bersama BMKG, serta kesiapan petugas di lapangan,” ungkap dia.
Pemerintah Mulai Mengantisipasi Arus Balik Lebaran 2026.
Pemerintah juga mulai mengantisipasi arus balik agar dapat berjalan dengan baik dan lancar. AHY juga mengapresiasi JMTC yang semakin modern dengan penerapan teknologi seperti machine learning dan artificial intelligence (AI), yang membantu pengambilan keputusan secara cepat dan akurat berdasarkan data real time, termasuk dalam memprediksi kepadatan dan potensi bottleneck.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan informasi seperti aplikasi Travoy dan call center 133 jika membutuhkan bantuan atau informasi terkait kondisi jalan tol,” kata AHY.
Secara umum, kata AHY, terjadi peningkatan volume kendaraan dibandingkan tahun lalu (year on year). Namun demikian, kondisi lalu lintas tetap terkendali dan tidak terjadi kemacetan ekstrem.
Evaluasi akan terus dilakukan karena setiap data di lapangan menjadi bahan penyempurnaan sistem ke depan. Mudik merupakan fenomena tahunan yang harus terus diantisipasi dengan perbaikan berkelanjutan.
Pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk mengurai kepadatan, seperti kebijakan work from anywhere dan pemberian diskon tarif tol, guna mendistribusikan arus mudik agar tidak menumpuk pada waktu tertentu.
Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga, Rivan Purwantono, mengatakan bahwa sesuai prediksi, terjadi peningkatan volume lalu lintas pada 18 dan 19 Maret. Hingga 18 Maret, sekitar 42 persen dari total proyeksi 3,5 juta kendaraan atau sekitar 1,4 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta.
Pada malam hingga pagi hari tercatat volume lalu lintas harian tertinggi, mencapai 270 ribu kendaraan.
“Angka ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang mencapai 258 ribu kendaraan, dan juga melampaui prediksi tahun ini sebesar 260 ribu kendaraan,” ujar Rivan.
Kepadatan sempat terjadi di ruas Jakarta–Cikampek, khususnya di bawah KM 38 hingga KM 57. Namun kondisi tetap terkendali. Kapasitas rest area juga mengalami peningkatan hingga 39 persen berdasarkan pemantauan radar dan kamera trafik.
Rekayasa lalu lintas seperti contraflow terus dilakukan bersama Korlantas Polri untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif tol pada tanggal 26–27 Maret saat arus balik, agar tidak terjadi penumpukan pada puncak arus balik,” tukasnya.
Terdapat Lima Cluster Utama Pengaman Mudik 2026
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, Pengamanan arus mudik dan balik merupakan agenda nasional dalam Operasi Ketupat. Terdapat lima klaster utama pengamanan, yaitu jalan tol, jalan arteri, simpul transportasi (pelabuhan, bandara, terminal, stasiun), tempat ibadah, dan lokasi wisata.
Khusus di jalan tol, rekayasa lalu lintas dilakukan secara bertahap berdasarkan parameter kepadatan. Pada 17 Maret, dilakukan contraflow hingga akhirnya diterapkan one way secara bertahap dari KM 70 hingga KM 263, dan dapat diperpanjang hingga KM 414 jika diperlukan.
“Pada 18 Maret, karena lonjakan arus yang tinggi, rekayasa lalu lintas diperluas. Contraflow diberlakukan dari KM 36 hingga KM 70 dengan penambahan lajur secara bertahap,” kata Irjen Pol Agus kepada media.
Dari KM 70 hingga KM 414, kondisi lalu lintas relatif lancar. Namun, ruas KM 36 hingga KM 70 menjadi titik perhatian khusus karena tingginya volume kendaraan dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga dilakukan secara lokal di wilayah Jawa Tengah, mulai KM 414 hingga Ungaran, guna mengantisipasi kepadatan lanjutan.(Mam)
