Berubahnya Metode Peredaran Obat Keras, Sering Mengecoh Petugas

KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Peredaran obat-obatan terlarang, menjadi perhatian serius bagi pihak Kepolisian. Hal ini mengingat dampak dari penggunaannya yang sering kali mengawali sebuah tindak kejahatan.

Kasat Res Narkoba Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Untung Riswaji menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen untuk mewujudkan zero obat-obatan terlarang di wilayah Kota Bekasi.

“Oleh sebab itu, saya bersama jajaran Polsek terus berupaya melakukan penindakan,” ujar Kompol Untung kepada media, pada Jumat 17 April 2026.

Kompol Untung juga mengungkap selama ini jaringan peredaran obat terlarang melalui toko yang disamarkan sudah sering kali dilakukan penindakan. Namun, sekarang ini, peredarannya mulai menggunakan metode-metode baru untuk mengelabuhi petugas.

“Namun, saat ini modus operandi sudah berubah. Peredaran kini lebih terbuka dan melibatkan kelompok-kelompok tertentu di masyarakat. Transaksi dilakukan secara langsung, dari orang ke orang. Jika kami menemukan indikasi tersebut, maka langsung kami lakukan pemanggilan dan tindakan lanjutan,” ungkap Kompol Untung.

Kasat juga mengungkap bahwa ada beberapa wilayah di Kota Bekasi yang peredaran obat terlarang cukup tinggi yaitu kecamatan Bekasi Timur dan Rawalumbu.

Walaupun begitu, petugas kerap mengalami kesulitan dalam pengungkapannya karena metode peredaran atau transaksi obat keras yang berubah. Namun, peredaran obat keras dapat di tekan berkat kolaborasi semua jajaran.

“Terkait sistem transaksi seperti COD, memang ada tantangan dalam pendeteksiannya. Namun, kami mengandalkan informasi dari personel di lapangan. Kami sudah memahami ciri-ciri transaksi tersebut, seperti seseorang yang duduk kemudian didatangi oleh orang lain, termasuk anak-anak atau remaja,” ungkap Dia.

Namun begitu, pasokan obat-obatan keras daftar G ini masih dilakukan pendalaman terkait dengan asalnya.

“Terkait distribusi, kami masih terus melakukan pengembangan. Memang ada indikasi berasal dari satu wilayah tertentu, namun untuk saat ini belum dapat kami sampaikan secara rinci karena masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya. (Mam)

Leave A Reply

Your email address will not be published.