
Parkir Berbayar Tetap Diberlakukan, Warga Grand Galaxy Gelar Protes
KOTA BEKASI, Harnasnews.com – Ratusan Warga Ruko Grand Galaxy City dan pemilik usaha yang berada di ruko Grand Galaxi melakukan unjuk rasa sebagai protes atas dibangun gate karcis dan diberlakukannya tiket berbayar di lokasi tersebut.
Protes dilakukan para pelaku usaha dengan melakukan konvoi menuju kantor Management Grand Galaxi City (GGC), Jakasetia Bekasi Selatan dan melakukan orasi.
“Kami meminta Pembongkaran sarana parkir yang sudah terpasang dan tidak ada lagi penerapan parkir berbayar di Wilayah Ruko Grand Grand Galaxy City,” ujar Ketua Paguyuban Ruko Grand Galaxy City, Daniel Batubara, Rabu 29 April 2026.
Ketua Paguyuban Ruko Grand Galaxy City, Daniel Batubara, juga mengatakan bahwa tuntutan para pengusaha salah satunya meminta agar Pengembang segera menyerahkan PSU sarana fasilitas utility umum kepada pemerintah kota Bekasi.
“Kami Warga Ruko Grand Galaxy City meminta kepada pemerintah daerah segera mengambil alih pengelolaan sarana PSU sarana fasilitas utiliti umum karena sampai detik ini pengembang atau pengelola belum menyerahkan kepada pemerintah daerah,” ujar Daniel.
Selain itu, para pengusaha juga badan pengelolaan di wilayah ruko Grand Galaxy City ditiadakan. Karena, pihak pengembang sudah tidak memiliki kantor marketing dan tidak adanya aktifitas pembangunan di wilayah Galaxy.
Lebih lanjut, Daniel menilai bahwa ada tindakan dari pihak pengembang dan pengelola Grand Galaxy City yang tidak mengikuti aturan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.
Diketahui bahwa program uji coba parkir bertarif tersebut diumumkan pihak Property Office Management (POM) Grand Galaxy City, melalui surat himbauan bernomor 184/POM-GGC/X/2025 tertanggal 14 Oktober 2025.
Dalam surat itu, pengelola menyebut program parkir berbayar merupakan bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Kota Bekasi, dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Usai melakukan aksi unjuk rasa, para perwakilan dijadwalkan akan melakukan mediasi dengan pihak manajemen. (Mam)
