Ajak Insan Pendidikan Lawan Cyberbullying,Dindik Jatim Ubah Layar Lebar Menjadi Ruang Edukasi

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai

 

SURABAYA,Harnasnews – Layar bioskop tak lagi sekadar ruang hiburan. Memanfaatkan fungsinya, Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menjadikannya sebagai ruang edukasi dan refleksi bersama.

Pada kegiatan nonton bareng film “Cyberbullying: Ketika Dunia Menjatuhkanmu, Bisakah Kamu Bangkit Kembali?”, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim mengajak Kacabdindik Gresik, Eko Agus Suwandi serta ratusan guru dan tenaga kependidikan, untuk menyelami film garapan Rusmin Nuryadin. Kegiatan nonton bareng ini digelar di CGV Icon Mall Gresik, Selasa (7/1).

Selain melibatkan unsur keluarga Dindik Jatim di wilayah Gresik, legiatan ini turut melibatkan sinergi lintas sektor bersama Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (KBP3A) Kabupaten Gresik.

Film berlatar belakang di Makassar ini mengajak penonton untuk menyelami realitas perundungan digital yang kian dekat dengan kehidupan peserta didik.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai mengungkapkan nobar film Cyberbullying ini menjadi bagian dari penguatan literasi digital sekaligus sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017.

“Melalui medium film, kami ingin membangun empati dan kesadaran kolektif akan bahaya cyberbullying, khususnya bagi remaja,”ujar Aries.

Film Cyberbullying sendiri mengisahkan Neira Kanjera, seorang siswi berprestasi yang hidupnya berubah drastis akibat tuduhan dan hujatan di media sosial. Luka psikologis yang dialami Neira menjadi potret nyata dampak dunia digital terhadap kesehatan mental anak.

Usai menggelar nobar, Kadindik menegaskan pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori di ruang kelas. Menurutnya, pengalaman emosional dan reflektif justru mampu menanamkan nilai lebih kuat kepada pendidik maupun peserta didik.

“Film ini adalah karya anak bangsa yang sangat relevan dengan dunia pendidikan hari ini. Ia menjadi penggugah sekaligus pengingat bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter murid agar bijak, berempati, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital,” ungkap dia.

Mantan Pj Wali Kota Batu itu juga menambahkan, film Cyberbullying dapat menjadi bahan refleksi bagi guru agar lebih peka terhadap kondisi psikologis siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital. Dengan kepekaan tersebut, potensi persoalan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

“Sering kali persoalan anak bermula dari ruang digital yang tidak terlihat. Guru perlu hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang memahami situasi sosial dan emosional murid,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas KBP3A Gresik, dr. Titik Ernawati, MKes, menegaskan bahwa cyberbullying merupakan bentuk kekerasan yang nyata dan berbahaya.

“Perundungan digital sama berbahayanya dengan kekerasan fisik. Dampaknya bisa panjang dan mendalam, sehingga perlindungan anak harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di ruang digital,” ujarnya.

Sebagai wujud komitmen terhadap penguatan pendidikan karakter, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur juga menyampaikan rencana pemberian tiket nonton gratis secara pribadi kepada siswa yang menjabat sebagai Ketua OSIS, Sekretaris OSIS, Ketua Pramuka, serta pemimpin ekstrakurikuler lainnya di wilayah Gresik.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat nilai empati dan kepekaan sosial para pemimpin muda.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa layar lebar dapat menjadi ruang edukasi yang efektif.

“Kita ingin yang kita bangun tidak hanya membangun literasi digital saja, tetapi juga menumbuhkan karakter dan kesadaran bersama demi mewujudkan generasi Jawa Timur yang beretika, berdaya saing, dan berkarakter kuat di tengah tantangan dunia digital,”pungkas Aries.(Pul)

Leave A Reply

Your email address will not be published.