DHL Global Forwarding Kirimkan Vaksin ke 20 Provinsi

“DHL telah mengirimkan lebih dari 1,5 miliar dosis vaksin Covid-19 ke 168 negara dengan aman, memainkan peranan kunci dalam peluncuran vaksinasi global. Sekitar 10 miliar dosis vaksin akan dibutuhkan di seluruh dunia pada akhir 2021 untuk mencapai tingkat imunisasi tertinggi,” kata Thomas Tieber, CEO, DHL Global Forwarding South East Asia.

Menurutnya, penting untuk memastikan bahwa sebanyak mungkin orang memiliki akses terhadap vaksin. “Kami beruntung karena memiliki jaringan serta ahli perawatan kesehatan yang dibutuhkan, maka dari itu kami akan terus berkontribusi dan membantu membawa perubahan bagi masyarakat di wilayah kami beroperasi,” katanya.

Jaringan global DHL berdedikasi menggerakkan lebih dari 9.000 ilmuwan dan ahli pelayanan kesehatan. Sehingga, organisasi farmasi, perangkat medis, uji klinis dan penelitian, grosir dan distributor, serta rumah sakit dan seluruh rantai penyedia layanan kesehatan terhubung di seluruh rantai nilai.

“Dan juga melalui digitalisasi, DHL memastikan setiap langkah yang dilakukan mulai dari uji klinis hingga sampai di titik perawatan terjamin,” ucapnya.

Portofolio DHL untuk industri perawatan kesehatan mencakup 150+ apoteker, 20+ tempat uji klinis, 100+ kantor bersertifikat, 160+ gudang berkualifikasi Goods Distribution Practice, 15+ lokasi bersertifikat GMP, 135+ lokasi medis ekspres, serta jaringan ekspres internasional yang tepat waktu dan telah menjangkau lebih dari 220 negara dan wilayah.

Dalam skala global, penyedia logistik ditantang agar mampu membangun rantai pasokan medis dengan cepat untuk mengirimkan vaksin dengan jumlah lebih dari 10 miliar dosis ke seluruh dunia. Hal ini juga mencakup wilayah dengan infrastruktur logistik yang belum memadai, di mana setidaknya terdapat 3 miliar orang bermukim.

Untuk menyediakan cakupan global selama dua tahun ke depan, DHL memperkirakan dalam whitepaper logistik vaksin 2020 miliknya, bahwa akan diperlukan hingga 200 ribu palet pengiriman dan 15 juta kotak pendingin serta 15 ribu penerbangan dalam berbagai pengaturan rantai pasokan.

Dalam whitepaper “Revisiting Pandemic Resilience” yang diluncurkan tahun ini, DHL juga memperkirakan bahwa mulai tahun 2022 dan seterusnya, 7-9 miliar dosis vaksin diperlukan setiap tahunnya untuk menjaga tingkat infeksi tetap rendah dan memperlambat laju mutasi virus.(qq)

Leave A Reply

Your email address will not be published.