Dibangun Sejak 1982, Ribuan Pedagang Gantungkan Ekonomi di Pasar Setono Betek


KOTA KEDIRI,Harnasnews.com – Pasar Setono Betek yang berada di tengah-tengah jantung Kota Kediri menjadi tempat bergantungnya perekonomian ribuan warga kota Kediri dan sekitarnya.

Sedikitnya terdapat 1500 lapak berupa kios pertokoan maupun Los di dalam pasar Setono Betek mulai pedagang Baju Fashion, sayur mayur, daging, ikan laut, buah-buahan hingga besi loak dan unggas jenis burung.

Keberadaan pasar tradisional dengan khasnya yang bisa tawar-menawar harga, ternyata masih cukup memberi daya saing dengan pasar modern berupa swalayan maupun mini market. Tentu harga yang lebih murah dibanding pasar modern masih menjadi prioritas warga Kediri dan sekitarnya untuk berbelanja di pasar Setono Betek.

Saenudin Koordinator (Kepala) Pasar Setono Betek menjelaskan bahwa pasar Setono Betek masih menjadi favorit warga untuk berbelanja, karena apa yang ada di pasar Betek banyak yang tidak ada tersedia di pasar-pasar lain termasuk pasar modern.
“Pasar burung di kota Kediri ini adanya ya di pasar Setono Betek, termasuk juga pasar besi loak juga hanya ada di sini”, Jelas Saenudin saat ditemui Harian Nasional News di ruang kerjanya, Kamis (3/10/19).

Untuk pengunjung pasar jika dipantau dari retribusi parkir, kurang lebih seribuan pengunjung setiap hari dengan tercatat rata-rata pendapatan retribusi parkir 1 juta rupiah sampai 1,5 juta rupiah dari tarikan retribusi kendaraan masuk sepeda motor 1500 rupiah.

sementara itu, perjalanan keberadaan pasar Setono Betek sudah banyak mengalami perubahan mulai bangunan hingga jenis dagangan yang diperjualbelikan di pasar Setono Betek. Dari awalnya yang warga hanya berjualan di depan pertokoan jalan Patimura Kota Kediri yang melebar sehingga akhirnya dibuatkanlah pasar yang dulunya sebuah lapangan dan sekarang terkenal dengan sebutan pasar Setono Betek.

Sulastri, salah satu pedagang buah mengaku sudah bantu-bantu kerja orang tuanya berjualan di pasar Setono Betek sejak masih kecil duduk di bangku sekolah Dasar. usaha buah yang dijalankan berlangsung turun temurun sejak orang tua Sulastri hidup hingga telah meninggal dunia.

“Saya jualan sudah lama sekali, ini dulu usaha bapak ibu saya dan saya melanjutkan usaha jualan buah hingga sekarang”, kata Sulastri kepada wartawan media ini.

Melanjutkan ceritanya, Sulastri bersama orang tuanya berjualan dari awalnya bangunan pasar. seadanya hingga kini berubah menjadi pasar yang besar dan luas. Bahkan sekarang dengan pasar juga lebih bagus setelah mendapat bantuan hibah dari pemerintah Kota Kediri.

Pedagang lainya, Sugiono yang juga mewarisi usaha dagang sandal dari orang tuanya menceritakan bahwa pasar Setono Betek di bangun tahun 1982. Sebelumnya warga berjualan di depan pertokoan dan sering kejar-kejaran dengan petugas penertiban sampai warga harus mengambil barang dagangan yang tertibkan petugas ke kantor Satpol PP.

“Dulu disini ini tempat kecil kami bermain yang akhirnya dijadikan pasar untuk menampung pedagang yang berada di depan pertokoan jalan Patimura “, Jelas lelaki yang akrab dipanggil pak No.

Perlu diketahui, saat ini penampilan dari sisi jalan Patimura pasar Setono Betek seperti pasar modern sejak mendapatkan bantuan hibah berupa bangunan yang didalamnya terdapat 500 an lapak berupa kios pertokoan dan Los pasar. sementara bagian belakang pasar Setono Betek masih terdapat ribuan kios atau Los pasar yang lama dengan ciri khas pasar tradisional yang terlihat kumuh dan becek di saat musim hujan.(Hartono)

Leave A Reply

Your email address will not be published.