
Diduga Monopoli Pengadaan Bahan Baku di SPPG Tugu Utara Bogor, UMKM dan Petani Lokal Protes
BOGOR, Harnasnews – Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Harmoni Putra Senjadi di Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, menuai sorotan. Pasalnya, SPPG yang seharusnya memberdayakan UMKM lokal, justru dituding melakukan monopoli dengan menunjuk salah satu pemasok tunggal berinisial H, yang jelas-jelas bukan warga desa tersebut.
”Dimungkinkan ada indikasi kongkalikong antara pemasok bahan baku dengan kepala SPPG atau dengan mitra dapur,” ungkap sumber di desa setempat belum lama ini.
Kepala Desa Tugu Utara, Asep Mamun Nawani, membenarkan bahwa belum ada penyerapan bahan pangan dari petani lokal, UMKM maupun BUMDes untuk kebutuhan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG tersebut.
”Iya, belum ada dampak positif yang dirasakan langsung oleh petani lokal dan UMKM. Karena orientasinya adalah proyek sehingga menyingkirkan pelaku usaha kecil,” jelas Asep saat dikonfirmasi, Selasa (10/2/2026).
Sebelumya, Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa seluruh SPPG dilarang menolak produk UMKM, termasuk hasil petani, peternak, dan nelayan kecil. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan bahwa pelibatan UMKM telah diatur dalam Perpres Nomor 115 Tahun 2025.
”Dalam Pasal 38 ayat 1 Perpres 115/2025, penyelenggaraan MBG memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dan pelibatan UMKM, koperasi, hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” tegas Nanik.
BGN bahkan menegaskan sanksi bagi SPPG yang terbukti mengutamakan pemasok besar dan meminggirkan pelaku usaha kecil.
“Kalau ada yang menolak UMKM dan malah memonopoli pasokan dengan pemasok besar, akan saya suspend. Itu berarti melawan Peraturan Presiden,” tegas Nanik.
Kasus di Desa Tugu Utara ini menjadi perhatian serius dan diharapkan dapat menjadi momentum bagi SPPG lain untuk lebih memperhatikan pemberdayaan UMKM lokal sesuai dengan amanat Perpres.
Sungguh sangat disayangkan hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Yayasan Harmoni Putra Senja di Desa Tugu Utara, Gunawan terkesan menolak di konfirmasi wartawan.
(Ded)
