iklan

Jelang Ramadan, Harga Cabai di Pasar Cikarang Bekasi Mahal

BEKASI,  Harnasnews.com – Melonjaknya harga cabai di pasar tradisional mulai ditelusuri Pemerintah Kabupaten Bekasi. Mulai dari monitoring ke sejumlah pasar hingga melakukan interview langsung pedagang cabai.

Hasilnya, penyebab naiknya harga cabai karena petani mengalami keterlambatan panen. Sehingga suplai cabai ke pasar tradisional di Bekasi terkendala.

“Kami sudah ada pengendalian di minggu kemarin. Monitoring pengawasan langsung dan meng-interview pedagang, kenapa bisa naik,” kata Sekretaris Dinas Perdagangan Bekasi, Andi Suhandhi, Jumat (26/3/2021).

Kata Andi. Berdasarkan hasil monitoring itu juga, membuktikan tidak adanya spekulasi harga atau kecurangan. Karena kenaikan harga seringkali terjadi terutama jelang Ramadhan.

“Kendalanya bukan karena ada spekulan dan kecurangan. Setelah kita telusuri kepada produsen dan distributor, itu kendalanya karena telat panen,” katanya.

Cabai yang djual di pasar tradisional di Bekasi umumnya berasal dari Madura. Saat ini, harga cabai di Kabupaten Bekasi mencapai Rp130 ribu per kilogram.

“Cabai kita diambil dari Madura. Karena panennya telat suplainya juga telat dan mengakibatkan harga menjadi naik,” katanya.

Lanjut Andi. Dinas Perdagangan, sudah melakukan upaya. Di antaranya membangun komunikasi dengan distributor agar harganya terjangkau dan kebutuhan cabai di pasar tradisional Bekasi terpenuhi.

“Distributor itu menyanggupi pasokan cabai bisa dikirim lebih awal. Mudah-mudahan segera harga cabai berangsur turun. Jadi itu upaya kita, sekarang di Madura juga sudah panen,” ujarnya. (Sygy )

Leave A Reply

Your email address will not be published.