
“InsyaAllah yang pertama kami akan lakukan jika memimpin Sumbawa seperti visi misi kami adalah akan mendorong atau mendatangkan anggaran yang banyak untuk mengcover dan menuntaskan segala kekurangan seperti listrik ini,” tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumbawa Fraksi Hanura, Irwandi di Kecamatan Tarano, menilai bahwa pemerintah kabupaten Sumbawa terkesan lamban dalam membangun infrastruktur, termasuk jaringan listrik.
“Listrik ini kan kebutuhan dasar masyarakat, kasian kalau masyarakat tidak dapat mengakses listrik, kapan merdekanya kita ini,” tegasnya.
Ia juga berharap pemerintah ke depan dapat segera mencarikan solusi terbaik agar akses listrik ini dapat tuntas. Perlu juga pemimpin mencari anggaran dari luar Sumbawa atau dari investor dalam dan luar negeri untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Salah satu solusinya, tambahnya, mungkin dengan membangun PLTS berskala besar sehingga dapat memenuhi listrik warga di daerah tertinggal.
Di kesempatan berbeda, Anggota DPR Fraksi Gerindra dapil Sumbawa Zainul Arifin mengaku kecewa karena belum semua masyarakat di dapilnya dapat menikmati listrik. Pemda didesaknya bergerak untuk menjadi ujung tombak pembenahan masalah listrik ini.
‘Pemdanya harus berjuang keras. Memang pemda itu ujung tombak, sedangkan pihak di luar pemda itu tetap memperjuangkan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Intinya, tidak boleh ada daerah yang tidak dapat listrik.
Indonesia sudah 75 tahun merdeka. Masa sudah 75 tahun tidak bisa menikmati listrik,” kata Zainul, Rabu (18/11).
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eddy Soeparno. Pemkab dan Pemprov dimintanya untuk segera mencarikan alternatif sumber lain andai jaringan listrik belum dapat menjangkau daerah 3T (tertinggal, terluar dan terdepan) di Indonesia. Program tabung listrik bisa menjadi alternatif sementara. Hal lain yang perlu dipikirkan untuk wilayah tertinggal adalah penyediaan PLTS.
“Tidak perlu membangun pembangkit listrik biasa, tapi yang dibangun pembangkit listrik surya karena biayanya juga lebih rendah,” katanya.(Hermansyah)
